“Kami belum tahu siapa lawan nanti. Tapi tentunya mereka adalah lawan yang berat,” kata pelatih Muslim Habibi.
Habibi sadar akan kalimat yang dia ucapkan. Dapat dilihat dari perbedaan saat babak penyisihan pertama dan kedua. Di babak penyisihan pertama Persedikab tampil dengan trengginas. Enam kemenangan di enam pertandingan. Ditambah Persedikab berhasil mencetak 32 gol dan tidak kebobolan sama sekali.
Namun di babak penyisihan kedua sangatlah berbeda. Dari tiga pertandingan, Persedikab hanya mampu menang dua kali. Sedangkan satu sisanya mendapatkan kekalahan. Akibatnya Persedikab gagal lolos sebagai juara grup. Mereka lolos sebagai runner up. Kalah selisih gol dengan NZR Sumbersari sebagai pemuncak.
Hal tersebut merupakan sinyal bagi Persedikab agar terus berbenah. Habibi pun juga sadar dengan hal itu. Oleh sebab itu, di babak 16 besar, Persedikab tak ingin gegabah. Seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan terakhir babak penyisihan kedua.
“Kami akan terus berbenah,” janji Habibi.
Apakah sudah memiliki gambaran lawan di 16 besar? Habibi mengaku sudah. Mantan pelatih Porprov Kabupaten Kediri cabor sepak bola itu mengatakan jika lawan yang akan dihadapi pasti susah dikalahkan. Karena sebagai runner up, Persedikab akan menghadapi juara grup.
“Tapi kami tetap optimistis. Akan meraih kemenangan hingga lolos ke Liga 2,” suluknya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah