“Aliran bola di lapangan terlihat berjalan kurang cepat,” keluh pelatih Muslim Habibi.
Saat tak diguyur hujan, kondisi lapangan relatif bagus. Bola dapat menggelinding dengan normal. Tak ada hambatan bagi para pemain untuk melakukan umpan tik-tak, satu-dua.
Berbanding terbalik ketika hujan deras mengguyur. Lapangan menjadi tergenang. Di beberapa tempat lapangan rumput akan berubah menjadi lapangan lumpur.
Akibatnya aliran bola menjadi tak lancar. Umpan satu-dua antar pemain tak dapat dilakukan dengan semestinya. Alhasil serangan yang dibangun dapat berhenti di tengah jalan.
“Kami bahkan terpaksa menyiapkan taktik khusus saat kondisi seperti itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, di babak 16 besar, Persedikab belum tahu akan bermain di mana. Namun jika di Stadion CB, Habibi berharap ada perbaikan yang dilakukan di stadion. Terutama untuk kondisi lapangan yang sering tergenang ketika hujan.
Dengan kondisi yang lebih bagus, Habibi optimistis anak asuhnya dapat bermain lebih bagus. Aliran bola dapat berjalan dengan lancar. Taktik pun dapat dimainkan seperti semestinya.
“Semoga stadion kebanggan warga Kediri dapat lebih baik lagi,” harapnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah