KEDIRI, JP Radar Kediri- Persedikab menang secara meyakinkan di laga kedua Grup L Liga 3 di Stadion Canda Bhirawa kemarin (7/12). Menghadapi klub Akademi Arema Ngunut, enam gol digelontorkan Eka Sama Adi dkk. Membawa mereka kukuh di puncak klasemen grup. Sekaligus memperbesar peluang klub berjuluk Bledug Kelud ini bisa lolos ke putaran kedua.
“Alhamdulillah kami syukuri kemenangan ini. Pemain benar-benar bekerja dengan keras,” puji pelatih Persedikab Muslim Habibi saat post-match conference.
Habibi menyebut timnya telah belajar dari pertandingan pertama. Beberapa kesalahan sudah diperbaiki. Terutama masalah finishing. Sebelumnya, meski memiliki banyak peluang lini depan Persedikab seperti tumpul.
Tapi, tetap saja hal itu belum sepenuhnya memuaskan sang pelatih. Menurut Habibi, seharusnya gol bisa tercipta lebih banyak lagi. Sayang, karena ketergesa-gesaan dan kurangnya konsentrasi membuat peluang-peluang itu sirna. Hal itu akan menjadi catatan untuk pertandingan berikutnya.
“Walaupun (menang dengan) skor besar namun secara garis besar masih kurang (maksimal),” akunya.
Sementara itu, pelatih Akademi Arema Ngunut Singgih Pitono mengakui jika timnya berbeda level dengan Persedikab. Ketimpangan tersebut sudah terlihat di babak pertama. Diperparah dengan satu pemain dikartu merah di babak kedua.
“Bermain dengan 11 pemain saja kami kesusahan. Apalagi harus bermain dengan 10 pemain,” ujarnya singkat.
Dalam pertandingan kemarin, Persedikab memeragakan permainan menyerang sejak menit awal. Serangan dilakukan bertubi-tubi ke pertahanan lawan. Tidak seperti ketika melawan AC Majapahit, kemarin serangan Bledug Kelud lebih efektif. Beberapa kali tendangan selalu mengarah ke gawang yang dijaga Moreza Satria.
Gol pertama sudah tercipta menit ke-7. Berawal dari serangan di sisi kanan, striker Nasikin memanfaatkan dengan baik umpan silang dari rekannya melalui sundulan kepala.
Gol kedua tepat di menit 30. Berawal dari penetrasi Nasikin yang dihentikan di petak penalti. Tackling itu oleh wasit dianggap pelanggaran dan memberikan hadiah penalti untuk Persedikab. Nasikin pula yang menjadi algojo. Sepakannya ke pojok kanan atas tak mampu diantisipasi kiper lawan.
Babak kedua, Persedikab semakin menggila. Empat gol lagi yang tercipta. Yaitu oleh Dio Dwi Bangun pada menit ke-57, Fahmi Arizi menit ke-67, Rian Hidayat menit ke-83, dan Hasbiyanto menit ke-92.
Akademi Arema Ngunut harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit 71. Setelah salah seorang pemainnya mendapat kartu kuning kedua.
Editor : Anwar Bahar Basalamah