“Kalau kecewa, sudah jelas. Tapi mau bagaimana lagi? Kami harus menghormati aturan,” aku Media Officer Persedikab Dimas Andhika, ketika dikonfirmasi kemarin.
Sebelumnya, berdasarkan rapat Executive Committee (Exco) PSSI Jatim, Liga 3 Jatim ditiadakan pada musim 2022-2023 ini. Alasan mepetnya waktu dan kelayakan stadion menjadi sebab utama. Hal ini membuat 58 klub tak bisa berkompetisi hingga Liga 3 Nasional.
Kabar tentang pembatalan kompetisi itu diperoleh manajemen Persedikab kemarin pagi. Exco PSSI Jatim baru selesai merapatkan hal tersebut pada Senin (12/12) malam. Dimas mengatakan bahwa yang membuat kecewa adalah pemberitahuan yang mendadak juga.
“Selain itu kami sebagai tim juga sudah sejak Mei-Juni mempersiapkan diri, seleksi, dan latihan. Pemain (Persedikab) juga kecewa dan terpukul dapat kabar ini,” imbuh Dimas.
Tanda-tanda pembatalan Liga 3 Jatim terlihat dari selalu mundurnya rencana kompetisi. Tahun lalu sudah mulai September 2021. Terakhir, PSSI Jatim menunda rilis jadwal Liga 3 Jatim karena ada tragedi Kanjuruhan, Malang. hIngga 11 Desember 2022, belum ada kejelasan tentang jadwal kapan akan dimulai.
Efek dari pembatalan itu, tim pun terpaksa dibubarkan. Sebab, tak ada lagi kompetisi yang bisa mereka ikuti. “Kalau pembubaran tim, ada. Namun belum tahu ini kapan akan dibubarkan,” kata lelaki asal Kecamatan Pare itu.
Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri juga melakukan koordinasi dengan manajemen Bledug Kelud. Khususnya terkait pembubaran ini.
“Sudah komunikasi dengan manajemen. Mungkin alangkah baiknya kita bubarkan dahulu pemain, pelatih, dan komponen,” kata Ketua KONI Dedi Kurniawan.
Selain pembubaran Dedi juga memberikan waktu terhadap klub untuk merekap anggaran yang telah digelontorkan kepada klub sebesar Rp 7 miliar. Anggaran sisa yang belum dipakai oleh Persedikab, rencananya akan ditarik kembali. KONI KAbupaten Kediri juga memberikan waktu 2-3 hari untuk merekap sisa anggaran itu.
“Kami melihatnya seperti gaji pemain, biaya operasional selama latihan, sampai hari ini (kemarin, Red) sudah menjadi hak mereka. Sisanya akan masuk ke kasda,” imbuhnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah