Wahyudi mengatakan strength sangat dibutuhkan oleh kiper. Hal ini karena banyak situasi yang mengharuskan seorang penjaga gawang beradu fisik dengan pemain lawan.Benturan kerap terjadi.
Mulai saat menangkap bola udara, mengintersep serangan, hingga menyapu bola dengan kaki kala dibutuhkan.
Dalam situasi tersebut, tak jarang lawan akan bermain keras bahkan cenderung kasar. "Tangan, kaki, dan badan secara keseluruhan harus kuat," bebernya.
Sejumlah latihan pun dikombinasikan selama training center (TC) dua minggu terakhir. Mulai dari berlatih dengan bola di Stadion Canda Bhirawa Pare, lari, hingga fitness di gym. "Sekarang prioritasnya masih strength, sebelum nantinya dikurangi secara bertahap porsinya ketika jadwal liga sudah dekat," ungkap eks kiper Persik ini.
Bahkan, untuk mengejar fisik yang kuat, Wahyudi juga meminta tiga kiper yakni M Ridho Alwafaa, Visal Akbar, dan Misbahul Akmal ikut menjalani proses peningkatan VO2 Max seperti pemain lainnya. Di antaranya, yakni dengan lari keliling lapangan selama 12 menit. "Sama, kiper juga harus keliling lapangan. Ya, lumayan 7-8 putaran," ujar Wahyudi.
Sejak tanggal 9 Juni lalu, Persedikab memang sudah menggelar TC. Meski kondisi skuad belum lengkap, namun coach Bambang Drajad dibantu sejumlah asistennya, termasuk Wahyudi menerapkan program latihan yang terukur. Mereka memulai dengan tes VO2 Max yang erat kaitannya dengan fisik serta stamina. Sebelum dilanjutkan dengan sejumlah program latihan lainnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah