KABUPATEN, JP Radar Kediri – Langkah Persedikab Kediri untuk melaju ke babak 32 besar semakin berat. Kekalahan 3-2 dari Bandung United kemarin membuat anak asuh Tony Ho itu harus melakoni partai hidup mati di laga pamungkas. Lawan yang dihadapi adalah Persihalsel Halmahera Selatan.
Laskar Sibela –julukan Persihalsel- tentu saja bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Apalagi mereka adalah tim berstatus juara Liga 3 Maluku Utara (Malut). Di laga pertama kemarin, tim dengan jersei warna biru itu menundukkan YOB Belawan 2-1.
“Tinggal satu pertandingan hidup atau mati. Tidak ada jalan lain selain menang (melawan Persihalsel),” ungkap pelatih Persedikab Tony Ho.
Tony Ho tahu lawan terakhir Persedikab di grup M. Sang pelatih, Ikram Selang adalah ayah dari Delan Selang. “Saya yakin Delan adalah pemain profesional. Meski lawan yang dihadapi adalah klub yang dilatih oleh ayahnya,” ungkap pria asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.
Untuk lolos ke fase berikutnya, Bledug Kelud memang harus mengunci kemenangan di pertandingan terakhir. Saat ini, mereka baru mendulang tiga poin. Sementara dua pesaing terdekatnya, Bandung United dan Persihalsel mengumpulkan 4 poin.
Di partai pamungkas, Bandung United akan menghadapi YOB Belawan yang notabene sudah tersisih dari grup. Tapi, meskipun memburu kemenangan, Ferry Cahyo Utomo tak boleh terlalu bernapsu. “Harus tetap tenang dan nothing to lose,” ucap Tony.
Dua pertandingan tersebut akan digelar di jam yang sama pada Sabtu (12/2). Persedikab versus Persihalsel di Stadion Brawijaya, sementara satu partai lagi dihelat di Stadion Canda Bhirawa Pare. (syi/baz)
Editor : adi nugroho