Kebakaran Gunung Rinjani Capai 1.098 Hektare, Jalur Pendaki Torean Ditutup Sementara

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:26 WIB
Kebakaran rinjani
Kebakaran rinjani

JP KEDIRI -  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat, semakin meluas. Hingga Minggu (27/9/2026), luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1.098,75 hektare.

“Bagaimana perkembangan terbaru kebakaran di kawasan Gunung Rinjani setelah enam hari berlangsung?”

Kebakaran yang telah berlangsung selama enam hari tersebut masih menyisakan sejumlah titik api. Petugas gabungan memang telah berhasil mengendalikan kobaran di kawasan Bukit Setampol dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Namun, api masih terpantau di lereng utara Puncak Sangkareang melalui kawasan Senaru.

Baca Juga: Waspada Kebakaran Lahan di Kediri Raya dan Madiun! 58 Titik Panas Terdeteksi

Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas pendakian Gunung Rinjani. Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, pengelola TNGR melakukan penutupan terhadap jalur pendakian Torean di Lombok Utara serta kawasan sebelah barat Gunung Rinjani.

Bagaimana kondisi para pendaki yang masih berada di Kawasan gunung tersebut?

Pendaki yang masih berada di kawasan gunung juga diminta menyesuaikan jalur kepulangan. Mereka yang sebelumnya menggunakan jalur Senaru atau Torean sebagai jalur turun diarahkan untuk memilih jalur Sembalun guna menghindari kawasan yang terdampak kebakaran.

Penutupan dan pengalihan jalur dilakukan karena kondisi kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali. Selain api yang masih muncul di beberapa titik, petugas juga terus memantau kemungkinan pergerakan kobaran menuju wilayah lain.

Baca Juga: 300 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Kediri, Damkar Minta Warga Tak Sepelekan Api !

Tim gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman dan pemantauan di lokasi. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan serta titik-titik api yang masih aktif.

Sementara itu, angka 1.098,75 hektare merupakan perkiraan awal luas kawasan yang terdampak. Balai TNGR masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan sehingga cakupan wilayah terdampak masih dapat berubah.

Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah kebakaran semakin meluas sekaligus memastikan keselamatan pendaki, petugas, dan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Oleh: Jihan Najla Agsutien

Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
rinjani kebakaran hutan