JP Radar Kediri - Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang terus menunjukkan eskalasi.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban yang terdampak kini telah mencapai 276 orang dan berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak sekolah hingga orang tua murid.
Wakil Bupati Batang, Suyono, mengungkapkan bahwa proses pendataan di lapangan masih terus berjalan. Oleh karena itu, angka tersebut masih sangat mungkin mengalami penambahan seiring dengan masuknya laporan-laporan baru.
“Perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini kejadian yang terakhir,” ujar Suyono, Kamis (24/9).
Baca Juga: Keracunan Hingga Temuan Serangga, Satgas MBG Kota Kediri Jadwalkan Monev ke Seluruh SPPG
Melibatkan Orang Tua Murid
Program MBG yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Kecamatan Bawang ini sejatinya menaungi sekitar 2.700 penerima manfaat yang tersebar di 11 satuan pendidikan.
Lembaga-lembaga tersebut meliputi TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotaayun, RA Al Hidayah, hingga MI Salafiyah Pasusukan. Kendati demikian, Pemkab Batang saat ini masih memverifikasi secara mendetail sebaran asal korban dari kesebelas sekolah tersebut.
Fakta menarik sekaligus mengkhawatirkan ditemukan di lapangan: korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa, tetapi juga para orang tua murid.
Mayoritas orang tua ikut merasakan gejala keracunan setelah mencicipi sisa porsi makanan bergizi yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka dari sekolah.
“Orang tua memakan dari sisa anak,” kata Suyono menjelaskan kronologi penularan gejala tersebut.
Penanganan Medis dan Penghentian Sementara
Sebagian besar korban yang mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga lemas langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Tercatat sekitar 19 orang kini tengah mendapatkan penanganan intensif di RSUD Kalisari Batang.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan pasien, Pemerintah Kabupaten Batang telah menyiapkan skema rujukan darurat ke sejumlah puskesmas rawat inap di sekitar wilayah tersebut.
"Kalau di Batang semua penuh, tinggal nanti lari ke puskesmas yang rawat inap," tegas Suyono.
Baca Juga: Satgas MBG Kota Kediri Beri Rekom Penutupan SPPG Kaliombo! Hasil Investigasi Keracunan Naik ke BGN
Menyusul insiden ini, distribusi menu MBG dari SPPG Bawang resmi dihentikan sementara waktu. Kebijakan ini diambil sambil menunggu hasil uji laboratorium keluar serta menunggu evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan.
Pihak Pemkab Batang juga berencana memanggil penanggung jawab operasional SPPG Bawang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Suyono menyayangkan insiden yang mencoreng pelaksanaan program nasional ini.
"Ini program negara yang harusnya bagus, tapi tidak dijaga dengan baik," ungkapnya.
Sampel Makanan Diuji Laboratorium
Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan massal tersebut masih menunggu kepastian dari hasil uji laboratorium. Petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi para korban, yang terdiri atas menu nasi, telur bolognaise, mix sayur, tahu mendoan, serta buah anggur.
Meski jumlah korban telah menembus angka 276 orang, Pemkab Batang belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Fokus utama pemerintah daerah saat ini tetap tertuju pada keselamatan dan penanganan medis korban, validasi data, serta investigasi mendalam guna menguak akar permasalahan dari insiden ini.
Editor : Shinta Nurma Ababil