KEDIRI, JP Radar Kediri - Mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di aliran Sungai Brantas, Selasa pagi (22/9). Tepatnya di bawah pintu air Bendungan Gerak Waruturi, Desa/Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.
Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi telentang dan diduga terbawa arus sungai.
Galang Eko Permana, 32, petugas keamanan Bendungan Waruturi, mengatakan penemuan bermula saat ada warga yang sedang berolahraga melihat mayat tersebut di sekitar pintu air.
Tepatnya di sisi timur sebelah pintu bendungan. Warga tersebut kemudian melaporkan temuan itu ke pos keamanan bendungan sekitar pukul 06.30 WIB.
Baca Juga: Terbukti Lecehkan Santriwati, Mas Bechi Anak Kiai di Jombang Malah Bebas Bersyarat
"Lalu saya ikut cek ke TKP (tempat kejadian perkara, Red) dan ternyata memang ada mayat, sepertinya wanita mengambang," ujar Galang.
Menurutnya, sehari sebelumnya jasad tersebut belum terlihat di lokasi. Karena itu, pihaknya menduga korban terbawa arus pada malam hari sebelumnya. Hingga akhirnya baru ditemukan di sekitar Bendungan Waruturi Selasa pagi (22/9).
Setelah mendatangi TKP, Galang bersama petugas keamanan kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Gampengrejo. Polisi bersama BPBD Kabupaten Kediri selanjutnya melakukan evakuasi terhadap jasad tersebut.
Menurut Galang, penemuan mayat hanyut di kawasan Bendungan Waruturi bukan kali pertama terjadi. Beberapa kali ditemukan jasad yang terbawa arus dan berhenti di sekitar bendungan.
Mayoritas korban diketahui bukan warga sekitar, melainkan berasal dari wilayah lain.
Baca Juga: Kapolresta Cek SPPG, Pastikan Patuhi SOP dan Ini Pesan untuk Penerima Manfaat!
Sementara itu, Kapolsek Gampengrejo AKP Rudi Hartono mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban. Jenazah saat ini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
"Identitas korban masih belum diketahui. Saat ini masih menunggu hasil visum dan identifikasi," terang Rudi.
Rudi menyebut, dari pemeriksaan awal korban merupakan perempuan dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Tubuhnya gemuk atau gempal. Korban juga mengenakan kaos lengan pendek warna cokelat susu serta celana pendek berwarna hitam. Polisi juga menemukan bekas tindikan pada telinga kiri.
Baca Juga: JPU Tuntut Santri Cabul Mojo Kediri Dua Tahun Penjara Baca Juga: Mayat Bayi Laki-Laki Dibuang di Kebun Jambu Mojo Kediri, Ini Yang Dicurigai Warga!
Saat ditemukan, kondisi jasad sudah mengalami pembengkakan dan kulit mengelupas. Polisi memperkirakan korban telah meninggal sekitar tiga hingga empat hari sebelumnya.
Namun, kepastian waktu kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
"Di lokasi kejadian tidak ditemukan barang maupun identitas milik korban. Sekarang masih melakukan proses identifikasi untuk mengungkap identitas korban karena kondisi wajah sudah membusuk dan kulit mengelupas sehingga tidak bisa dikenali," tandasnya.
Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri