Ratusan Pedagang Pasar Tradisional di Kota Kediri Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:10 WIB
Pedagang pasar tradisional Kota Kediri membentangkan papan berisi aspirasi saat demo di depan gedung DPRD Kota Kediri, Senin (21/9). (Foto: Wahyu Adji)
Pedagang pasar tradisional Kota Kediri membentangkan papan berisi aspirasi saat demo di depan gedung DPRD Kota Kediri, Senin (21/9). (Foto: Wahyu Adji)

KOTA, JP Radar Kediri - Sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri nampak lengang, Senin pagi (21/9). Ratusan pedagang memilih turun ke jalan.

Pedagang dari Pasar Pahing, Pasar Setonobetek, dan Pasar Bandar itu menggeruduk kantor DPRD Kota Kediri dan Pemkot Kediri untuk menyuarakan aspirasi mereka.

“Pukul 09.30 kami berkumpul di Pasar Bandar. Kami berangkat bersama-sama dari titik kumpul ke kantor DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Red) Kota Kediri. Ingin menyampaikan tuntutan kami,” ujar Yunus, salah satu pedagang pasar saat ditemui di lokasi aksi Senin pagi.

Baca Juga: Pedagang Pasar Bandar Kediri Tunggu Respon, Ini Yang Sudah Dikirimkan ke Perumda!

Ya, aksi damai itu dilakukan agar kebijakan yang dinilai menekan masyarakat kecil utamanya pedagang pasar bisa dikaji ulang.

Khususnya terkait rencana pemasangan portal untuk parkir digital yang membuat masyarakat semakin enggan datang ke pasar. Kebijakan itu dikhawatirkan membuat pendapatan pedagang semakin menurun. 

Kemudian, berkaitan dengan biaya sewa. Pedagang yang lama tutup tetap ditarik retribusi dengan nominal yang tidak transparan.

“Tiba-tiba ada satu pedagang yang ditarik Rp 160 ribu sampai Rp 1,2 juta. Tentu dengan kondisi ekonomi saat ini sangat memberatkan teman-teman pedagang,” imbuhnya.

Baca Juga: Mengurai Problem Operasional Pasar Tradisional di Kota Kediri, Ini Fakta Yang Wajib Kamu Tahu!

Pedagang juga menyoal perubahan hak guna bangunan (HGB) menjadi hak sewa. Dengan aturan itu, pedagang harus membayar sewa satu kios senilai Rp 200 ribu per tahun.

Meski biayanya sama, namun pedagang mengeluhkan semakin banyaknya aturan yang kian membatasi hak mereka.  

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, aksi damai itu dimulai dari Pasar Bandar sekitar pukul 10.00. Kemudian massa bergerak menuju DPRD Kota Kediri dan berakhir di Pemkot Kediri. Di sana massa sempat berdiskusi dengan perwakilan Pemkot dan Perumda Pasar Joyoboyo.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri Eko Lukmono Hadi mengatakan, pihaknya hari ini menerima audiensi dari teman-teman perwakilan pedagang.

Baca Juga: Ada Pedagang yang Punya 20 Kios? DPRD Bongkar Monopoli Lapak di Pasar Pahing dan Pasar Bandar

“Yang pertama kami mendengar apa yang tadi sudah disampaikan (pedagang, Red). Yang kedua kami sudah berkomunikasi dengan KPM (kuasa pemilik modal, Red),” ujar Eko, menyebut akan segera menindaklanjuti masukan dari para pedagang.

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
dprd kota kediri Perumda Pasar Joyoboyo pedagang pasar Pasar Bandar pasar pahing