JP Radar Kediri – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa yang menelan korban jiwa, termasuk salah satunya warga asal Kediri.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri sejauh ini telah mengidentifikasi enam korban meninggal dunia akibat tragedi terbaliknya kapal tersebut. Dari total korban jiwa yang teridentifikasi, empat di antaranya merupakan warga Jawa Timur, termasuk Deny Ridzal Saputra yang berasal dari Kediri.
Berdasarkan data yang dihimpun, tragedi nahas ini bermula pada Minggu (13/9) dini hari. Kapal yang melayani rute pelayaran Surabaya–Banjarmasin tersebut mengangkut total 243 orang, yang terdiri atas penumpang dan anak buah kapal (ABK). Hingga Selasa malam (15/9), tim SAR gabungan mencatat 114 orang berhasil dievakuasi, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian.
Baca Juga: Polres Kediri Sambangi Keluarga Korban KMP Virgo Transport 8 di Mekikis
Saat menghadiri peresmian LRT Jakarta, Rabu (16/9), Presiden Prabowo menegaskan pentingnya langkah investigasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Dalam kesempatan ini, tentunya kita selalu ingat saudara-saudara kita yang mengalami musibah ya, yang terakhir Kapal Virgo di Banjarmasin. Dan kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keteguhan," ujar Prabowo.
Selain mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan, Kepala Negara juga menyoroti urgensi perbaikan sistem keselamatan serta mitigasi bencana secara nasional.
"Kita terus akan melakukan investigasi menyelidiki apa sebab dan kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik. Juga masih banyak saudara-saudara kita di berbagai tempat yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang dihadapi," lanjutnya.
Fokuskan Pencarian ke Badan Kapal
Sementara itu, operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 terus digenjot. Memasuki hari keempat operasi pada Rabu (16/9), Tim SAR Gabungan mengubah strategi dengan memfokuskan pencarian langsung di sekitar area bangkai atau badan kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa langkah ini diambil lantaran penyisiran permukaan dalam radius luas sebelumnya tidak menemukan sebaran korban tambahan.
“Pencarian kali ini lebih difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Karena kemarin kita sudah melaksanakan pencarian dengan radius yang begitu luas, namun sebaran dari korban tidak ditemukan. Kami akan lebih fokus kepada target yaitu badan kapal KMP Virgo Transport 8 ini,” kata Putu Sudayana.
Operasi yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut membagi armada menjadi enam sektor penyisiran permukaan dengan cakupan area mencapai ribuan nautical mile (NM).
Guna menunjang efektivitas pencarian bawah air di titik prioritas, TNI Angkatan Laut mengerahkan alutsista canggih berupa KRI Canopus yang dilengkapi perangkat echo sounder dan drone bawah laut.
Baca Juga: Korban Kapal Virgo Bertambah, Warga Purwoasri Kediri Ditemukan Meninggal Dunia
Kendati demikian, operasional teknologi tersebut tetap harus memperhitungkan faktor cuaca ekstrem. Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, tinggi gelombang di lokasi diperkirakan berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter dengan arus laut mengarah ke barat laut-barat daya.
KMP Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari, setelah bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mencari korban selamat maupun melakukan evakuasi lanjutan.
Berikut rincian lengkap identitas enam korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI:
Reyner Fausta Yosilianto (22), laki-laki, asal Kabupaten Malang, Jawa Timur (dimakamkan pada Selasa, 15/9)
Nurul Rian Hidayat (33), asal Pamekasan, Jawa Timur
Deny Ridzal Saputra (29), asal Kediri, Jawa Timur
Imam Soeparno (66), asal Surabaya, Jawa Timur
Erick Maisul Latif (37), asal Garut, Jawa Barat
Risyan Kurnia Putra (28), asal Garut, Jawa Barat
Editor : Shinta Nurma Ababil