JP Radar Kediri – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi enam korban meninggal dunia akibat tragedi terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Dari total korban jiwa tersebut, empat di antaranya berasal dari Jawa Timur—termasuk satu orang asal Kediri.
Berdasarkan data yang dihimpun, tragedi nahas ini terjadi pada Minggu (13/9) dini hari.
Kapal yang melayani rute pelayaran Surabaya–Banjarmasin tersebut mengangkut total 243 orang, yang terdiri atas penumpang dan anak buah kapal (ABK). Hingga Selasa malam (15/9), tim SAR gabungan mencatat 114 orang berhasil dievakuasi, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian.
Baca Juga: Ada yang Asal Kediri, Update 6 Korban Meninggal Dunia Tragedi Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8
Berikut rincian lengkap identitas enam korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi:
Reyner Fausta Yosilianto (22), laki-laki, asal Kabupaten Malang, Jawa Timur (dimakamkan pada Selasa, 15/9)
Nurul Rian Hidayat (33), asal Pamekasan, Jawa Timur
Deny Ridzal Saputra (29), asal Kediri, Jawa Timur
Imam Soeparno (66), asal Surabaya, Jawa Timur
Erick Maisul Latif (37), asal Garut, Jawa Barat
Risyan Kurnia Putra (28), asal Garut, Jawa Barat
Sidik Jari dan Identitas di Tubuh Korban Percepat Proses Tim DVI
Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. dr. Wahyu Hidajati mengungkapkan, keenam jenazah yang berhasil dievakuasi ditemukan dalam kondisi yang relatif utuh meski sempat mengalami pembengkakan. Kondisi ini dinilai sangat membantu tim forensik dalam mempercepat proses identifikasi secara akurat.
"Jadi, jenazah yang kami temukan itu relatif utuh, kemudian di bajunya ada identitas. Itu sangat membantu," ujar Wahyu pada Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Keluarga Penumpang Tenggelam Kapal Virgo Asal Bujel Kota Kediri Klarifikasi Soal Kondisi Korban
Selain sidik jari yang masih bisa diambil, keberadaan kartu identitas, dompet, roperty yang melekat, hingga rekam medis membuat proses pencocokan data post mortem dan ante mortem berjalan lebih cepat.
Kendati demikian, pihak kepolisian mengingatkan bahwa kondisi tersebut diperkirakan akan berubah seiring bertambahnya waktu pencarian di laut. Semakin lama jenazah berada di dalam air sebelum ditemukan, kondisi fisiknya berpotensi mengalami kerusakan yang membuat metode identifikasi konvensional menjadi lebih sulit.
Imbauan bagi Keluarga Korban
Mengantisipasi kendala identifikasi pada korban yang ditemukan berikutnya, Tim DVI Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam musibah KMP Virgo Transport 8 untuk segera melapor ke posko ante mortem terdekat.
Pelaporan tidak harus dilakukan secara langsung di Banjarmasin. Keluarga dapat mendatangi posko yang telah disiapkan di Polda Jawa Timur, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Selatan, maupun Biddokkes dan Rumah Sakit Bhayangkara di daerah masing-masing.
Laporan dari pihak keluarga sangat krusial, terutama untuk penyediaan sampel DNA pembanding apabila kondisi jenazah korban selanjutnya sudah tidak memungkinkan untuk dikenali melalui sidik jari.
"Ke depan, kami akan membutuhkan sampel DNA pembanding. Dan itu berarti kami harus bekerja sama dengan keluarga," tegas Wahyu.
Hingga Selasa, tercatat sudah ada 88 laporan kehilangan yang masuk melalui Polda Kalsel, 43 laporan di Polda Jatim, serta dua laporan di Polda Jateng. Jumlah ini diprediksi masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan masuknya laporan dari masyarakat.
Dalam beberapa kasus di lapangan, petugas bahkan turut proaktif menelusuri alamat korban melalui data kependudukan lantaran pihak keluarga belum sempat melapor.
Editor : Shinta Nurma Ababil