JP Radar Kediri – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi enam korban meninggal dunia akibat tragedi terbaliknya Kapal Virgo Transport 8. Empat dari enam korban jiwa tersebut diketahui berasal dari Jawa Timur, termasuk satu orang asal Kediri.
Selain Reyner Fausta Yosilianto, warga Blitar yang telah dimakamkan pada Selasa (15/9), terdapat tiga korban asal Jawa Timur lainnya yang masuk dalam daftar identifikasi.
Berikut rincian data enam korban meninggal dunia:
Reyner Fausta Yosilianto (22), laki-laki, asal Blitar
Nurul Rian Hidayat (33), asal Pamekasan, Jawa Timur
Deny Ridzal Saputra (29), asal Kediri, Jawa Timur
Imam Soeparno (66), asal Surabaya, Jawa Timur
Baca Juga: Keluarga Penumpang Tenggelam Kapal Virgo Asal Bujel Kota Kediri Klarifikasi Soal Kondisi Korban
Sementara itu, dua korban meninggal dunia lainnya berasal dari Jawa Barat:
Erick Maisul Latif (37), asal Garut, Jawa Barat
Risyan Kurnia Putra (28), asal Garut, Jawa Barat
Kabid DVI Polri Kombes Pol. dr. Wahyu Haryati mengungkapkan, keenam jenazah ditemukan dalam kondisi relatif utuh sehingga sangat membantu tim dalam mempercepat proses identifikasi.
"Jadi, jenazah yang kami temukan itu relatif utuh, kemudian di bajunya ada identitas. Itu sangat membantu," ujar Wahyu, Selasa (15/9/2026).
Ia menambahkan, meski kondisi jenazah sempat mengalami pembengkakan, keberadaan kartu identitas, dompet, serta rekam medis memudahkan tim forensik mengenali para korban secara akurat.
Sebagai informasi, tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 terjadi di Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Kapal yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin tersebut mengangkut total 243 orang, yang terdiri atas penumpang dan anak buah kapal (ABK). Hingga Selasa malam, tim SAR gabungan mencatat 114 orang berhasil dievakuasi, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian.
Baca Juga: Daftar Nama Korban Tenggelamnya Kapal Virgo yang Berhasil Dievakuasi, Ada dari Kediri
8 ABK Tugboat Tenggelam di Bawean Selamat
Di tengah proses pencarian korban maritim yang masif, kabar baik datang dari perairan Jawa Timur. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi bahwa delapan Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat (TB) MT20 1301 yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Bawean, Gresik, berhasil diselamatkan.
Kedelapan ABK tersebut dievakuasi oleh kapal SPOB BRM 400 yang tengah berlayar menuju Semarang, Jawa Tengah. Saat ini, regu penyelamat bergerak menuju Semarang menggunakan KN SAR Permadi untuk melakukan penjemputan.
"Pada pukul 14.00 WIB, kami menerima informasi bahwa kedelapan ABK yang berada di tongkang tersebut sudah berhasil diselamatkan oleh kapal SPOB BRM 400. Kami langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Semarang untuk melaksanakan penjemputan," jelas Nanang, Selasa (15/9) dikutip dari Jawapos.com.
Nanang menjelaskan, insiden bermula ketika pihaknya mendeteksi sinyal marabahaya atau distress signal yang dipancarkan oleh Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) milik TB MT20 1301 pada Minggu (13/9) sore sekitar pukul 15.50 WIB. Kapal nahas tersebut terpantau berada di radius 15 mil laut dari Pulau Bawean sebelum akhirnya dikonfirmasi tenggelam.
Meski kapal utama karam, kedelapan ABK berhasil menyelamatkan diri dengan bertahan di atas tongkang M80 1301 yang terombang-ambing di tengah laut setelah jangkarnya terputus. Menanggapi laporan darurat tersebut, Kantor SAR Kelas A Surabaya langsung menerjunkan satu tim rescue beserta KN SAR 249 Permadi untuk melakukan operasi pencarian di lokasi kejadian.
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : jawapos.com