JP Radar Kediri – Kisah hilangnya Darmo Kartini, 80, warga Dusun Lestari, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, selama empat hari menyisakan cerita yang sulit dinalar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD Kabupaten Kediri, Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto menjelaskan, selama menghilang Darmo mengaku diajak sesosok anak-anak untuk mencari kayu di kawasan alas.
Baca Juga: Jadwal Tayang dan Sinopsis Anak Kunti, Teror Urban Legend di Kawasan Pondok Pesantren
Dalam penuturan yang diterima BPBD, selama berada di lokasi tersebut Darmo disebut tetap mendapatkan makanan setiap hari.
Bahkan, ada cerita bahwa Darmo sempat diberi makan daging ayam. Kisah tersebut semakin menjadi perhatian karena secara kasatmata lokasi yang disebut dalam cerita itu dinilai cukup sulit dijangkau.
Terlebih, Darmo merupakan lansia berusia 80 tahun. Sehingga mustahil bila Darmo bisa berkeliling di area lereng Kelud.
oBaca Juga: Tari Dolalak Diselingi Ritual untuk Sembuhkan Penyakit dan Temukan Orang Hilang
“Kalau melihat kasat mata kita, itu tidak mungkin karena jalannya saja sudah seperti itu, sejauh itu,” jelas Ariyanto berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak terkait.
Darmo sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (7/9) sekitar pukul 01.00 WIB. Keluarga kemudian melakukan pencarian dengan dibantu perangkat desa dan masyarakat.
Pencarian juga dilakukan dengan ritual sesuai kepercayaan setempat. Setelah empat hari atau tiga malam dalam pencarian, Darmo akhirnya ditemukan pada Jumat (11/9) pagi.
Dia ditemukan pekerja penambang pasir di kawasan aliran lahar Pulo, Kecamatan Plosoklaten. Saat ditemukan, kondisi Darmo disebut sehat.
Baca Juga: Kisah Tim Evakuasi Menyelamatkan Pendaki Kelud yang Tersesat
Darmo kemudian dibawa pulang dan telah berkumpul kembali bersama keluarganya.
Cerita mengenai pengalaman Darmo selama menghilang tersebut kini menjadi perbincangan warga, terlebih karena lokasi dia ditemukan berbeda dengan tempat yang disebut dalam penuturannya.
Namun, BPBD memastikan informasi mengenai pengalaman tersebut merupakan cerita yang dihimpun dari pihak terkait dan belum dapat dibuktikan secara faktual sebagai kejadian mistis.
BPBD mengimbau agar masyarakat berhati-hati.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri