JP Radar Kediri–Pemkab Kediri menutup pendakian ke Puncak Tembelang Gunung Wilis kemarin (6/9). Hal tersebut dilakukan menyusul bencana kebakaran hutan di gunung yang terletak di wilayah barat Kabupaten Kediri itu.
Untuk diketahui, api terdeteksi masuk kawasan petak 109 RPH Parang, Desa Joho, Kecamatan Semen sejak Senin (31/8) pagi. Setelah api di wilayah RPH Parang padam, si jago merah ternyata merembet ke petak 144 RPH Kanyoran. Hingga kemarin kebakaran di sana belum bisa dipadamkan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mustika Prayitno Adi melaluiKabid Pengembangan Pariwisata Husni Mubarok mengatakan, keputusan penutupan diambil demi menjaga keselamatan pengunjung. Sebab, lokasi kebakaran di kawasan Wilis berada tidak jauh dari sisi Puncak Tembelang.
“Yang terbakar itu sebenarnya masih di seberangnya Puncak Tembelang. Titik di bawah Tembelang dan ada sungai. Namun kami antisipasi khawatir ada merembet ke arah Puncak Tembelang yang masih di wilayah Kediri,” kata Husni.
Dia menegaskan, , penutupan tidak berlaku untuk seluruh kawasan Wisata Besuki. Masyarakat maupun wisatawan masih dapat berkunjung ke kawasan tersebut. Namun akses menuju jalur pendakian Puncak Tembelang dari sana ditutup sementara.
Kebijakan tersebut diberlakukan sejak Sabtu (5/9) lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi kawasan sekitar dinilai aman dan kondusif.
“Jadi kami tutup sementara sampai batas waktu yang tidak tentu. Ditutup hingga kondisi kondusif. Menunggu api padam,” tuturnya.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Hebat di Kanada, 26.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Untuk mengantisipasi adanya pendaki yang tetap nekat masuk, Disparbud Kabupaten Kediri menyiagakan petugas di sejumlah titik. Pemberitahuan mengenai penutupan juga dipasang di depan loket kawasan Besuki serta pintu masuk jalur pendakian
Petugas, tutur Husni, nantinya juga berjaga sekaligus memberikan informasi kepada pengunjung. Mereka akan mencegah pendaki yang hendak meneruskan perjalanan menuju Puncak Tembelang.
Selain pengumuman langsung di lokasi, informasi penutupan jalur pendakian juga akan disebarluaskan melalui media sosial. Langkah itu dilakukan agar masyarakat mengetahui kebijakan tersebut dan tidak datang dengan tujuan melakukan pendakian.
Terpisah, Waka Administratur KPH Perhutani Kediri Utara Bambang Ribudiono mengatakan, titik kebakaran berada di petak 144 yang masuk wilayah Desa Joho, Kecamatan Semen. Luas yang terdampak diperkirakan sekitar enam hektare.
Kebakaran di sana menurut Bambang merupakan rembetan dari titik api di petak 109 RPH Parang. Lokasi kebakaran berada di kawasan puncak Gunung Ceregek dengan kondisi medan berupa tebing dan jurang. Sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara langsung.
Baca Juga: Kebakaran Hutan dan Badai Pasir Melanda Israel, Begini Kondisi Terbaru
Api membakar serasah, ranting, daun, rumput ilalang hingga tanaman jenis RBC di kawasan hutan lindung. “Kami lakukan pemantauan dari titik yang memungkinkan, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat,” tutur Bambang. (sad/ut)
Editor : Mahfud