JP Radar Kediri — Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung menyelimuti kawasan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).
Fenomena ini membuat aktivitas warga dan pengguna jalan terganggu, memaksa otoritas setempat memperketat imbauan kewaspadaan.
Abu vulkanik tampak menutupi badan jalan serta permukaan kendaraan yang terparkir. Kondisi ini turut memicu penurunan kualitas udara dan membatasi jarak pandang secara signifikan di sejumlah titik selama hujan abu berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, personel TNI diterjunkan ke jalan-jalan protokol untuk membagikan masker secara gratis kepada para pengendara motor dan pejalan kaki yang melintas di kawasan terdampak.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara juga langsung bergerak cepat. Seluruh warga sekolah di zona terdampak diwajibkan mengenakan masker guna mengantisipasi ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kian Tebal, Malaysia dan Brunei Sepakat Bawa Masalah ke Meja ASEAN
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Karo, Zulkarnain Barus, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para siswa serta guru menjadi prioritas mutlak di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
"Sehubungan dengan Gunung Sinabung yang kembali mengalami erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik, kami mengimbau seluruh warga sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, di kawasan terdampak untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," ujar Zulkarnain saat dihubungi dari Kabanjahe.
Selain mewajibkan penggunaan masker, pihak sekolah diminta menjaga kebersihan lingkungan belajar dan meningkatkan kewaspadaan harian. Warga sekolah juga diingatkan untuk terus memantau perkembangan informasi resmi seputar status aktivitas Gunung Sinabung.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kian Tebal, Malaysia dan Brunei Sepakat Bawa Masalah ke Meja ASEAN
Langkah preventif ini diambil agar proses kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kesehatan.
Secara umum, masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap siaga, mematuhi instruksi petugas, serta menjauhi radius zona merah yang telah ditetapkan demi menghindari risiko bencana susulan.
Editor : Shinta Nurma Ababil