JP Radar Kediri– Asap tipis yang semula dianggap berasal dari pembakaran daun tebu di sekitar persawahan berubah menjadi kepanikan di SDN Krecek 3, Kecamatan Badas, Kamis (30/7).
Dalam hitungan menit, kobaran api membesar di area parkir sepeda yang berdempetan dengan ruang kelas.
Guru dan siswa pun berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri sekaligus berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Peristiwa itu terjadi menjelang jam pulang sekolah. Saat itu proses belajar mengajar masih berlangsung usai jam istirahat.
Guru kelas IV SDN Krecek 3 Muchlisin mengaku sempat melihat kepulan asap dari luar kelas.
Namun, karena di sekitar sekolah sering terjadi pembakaran sampah, dirinya dan guru lain mengira asap tersebut bukan berasal dari lingkungan sekolah.
"Saya sempat keluar kelas. Saya kira memang ada pembakaran sampah atau daun tebu seperti biasanya. Saya masuk lagi untuk mengoreksi pekerjaan anak-anak," ujarnya.
Tak lama kemudian, beberapa guru datang sambil memberi tahu bahwa api sudah membesar.
Kepanikan pun tak terhindarkan. Anak-anak segera dievakuasi keluar kelas, sementara guru bersama warga sekitar bergotong royong menyiram kobaran api menggunakan peralatan seadanya agar tidak merembet ke bangunan sekolah.
"Anak-anak langsung kami keluarkan. Kami siram bersama-sama sebisanya sambil menunggu bantuan datang," jealsnya menceritakan peristiwa yang menganggu pelajaran matematika itu.
Kobaran api diketahui muncul sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu penjaga sekolah telah pulang lebih dulu sebagaimana rutinitas usai jam istirahat.
Kondisi tersebut membuat guru harus bergerak cepat mengambil alih penang. anan sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Di tengah kepanikan, warga sekitar turut berdatangan membantu. Bahkan seorang kurir paket yang kebetulan melintas ikut memadamkan api bersama warga.
Api membakar area parkir yang selama ini juga digunakan menyimpan aset sekolah seperti kayu bekas bangunan.
Muchlisin mengaku tumpukan material tersebut memang belum bisa dipindahkan atau dimusnahkan karena harus melalui prosedur administrasi penghapusan aset.
"Yang terbakar memang tempat parkir yang dipakai menyimpan kayu-kayu bekas hasil rehab. Kalau bisa sebenarnya ingin segera dipindahkan supaya tempat parkir lebih lega, tetapi aset sekolah ada aturannya," jelasnya.
Baca Juga: Kebakaran di Area PG Ngadirejo, Damkar Berjibaku Hampir Empat Jam Jinakkan Api
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah di belakang halaman sekolah.
Kobaran api kemudian merambat ke tumpukan material kayu yang berada di area parkir sepeda siswa.
Beruntung, respons cepat petugas Damkar yang baru saja menyelesaikan penanganan kebakaran rumah di Kayen Kidul mampu mencegah api menjalar ke ruang kelas.
Jika terlambat beberapa saat saja, api berpotensi membakar bangunan sekolah dan mengganggu kegiatan belajar mengajar.
"Alhamdulillah api tidak sampai merambat ke ruang kelas. Kalau penang anannya terlambat, kemungkinan besar bisa menjalar ke kelas," ujar Kaleb.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp 2 juta.
Kaleb mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah selama musim kemarau karena embusan angin kencang membuat api sangat mudah merambat ke bangunan maupun lahan di sekitarnya.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri