Ratusan Siswa SMPN 1 Kras Mual dan Muntah setelah santap Menu MBG, Begini Kata SPPG-nya  

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:57 WIB
Relawan menyiapkan menu makan bergizi gratis di dapur SPPG Purwodadi.
Relawan menyiapkan menu makan bergizi gratis di dapur SPPG Purwodadi.

 

JP Radar Kediri – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Kras, Kabupaten Kediri, disebut merasakan gejala mirip keracunan pada Kamis (23/7) lalu. Merasakan mual, muntah, pusing, serta diare. Menurut pihak sekolah, kejadian itu terjadi setelah para siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).

Lalu, benarkah kondisi yang diderita siswa itu karena keracunan makanan? Pihak dapur MBG yang menyuplai menu yang disantap para siswa sekolah itu angkat bicara.

Menurut Kepala SPPG Purwodadi Kras Yadin Syahril, Kamis lalu pihaknya tidak mendapat laporan terkait insiden yang diduga keracunan itu. Mereka baru menddapat laporan keesokan harinya, Jumat (24/7) sekitar  pukul 10.00.

Begitu mendapat informasi tersebut, saat itu juga tim dari SPPG langsung mendatangi sekolah. Setibanya di sana, mereka memang mendapati ada siswa yang mengeluh mual, muntah, pusing, dan diare.

Namun, jumlahnya tidak banyak. Hanya ada dua hingga tiga siswa yang diperiksakan ke puskesmas setempat.

"Kami datang (24/7) karena ingin mengetahui permasalahannya. Sekaligus melakukan langkah sesuai prosedur. Kalau memang sejak awal disampaikan ada dugaan keracunan, kami bisa langsung melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang memang disiapkan," kata Yadin dengan nada kecewa.

Dia pun menyayangkan informasi tentang banyaknya siswa yang mengalami keluhan seperti keracunan itu baru mencuat beberapa hari setelah makanan dibagikan. Hal itu menjadikan upaya menemukan penyebabnya jadi sulit. Sebab, tidak ada sampel makanan yang bisa diuji apakah benar jadi penyebab keracunan atau bukan.

Menurut Yadin, karena kasus mencuat beberapa hari setelah kejadian, kesempatan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan menjadi hilang. Sebab, sampel telah melewati batas waktu pemeriksaan.

Baca Juga: 211 Siswa di Kras Keracunan MBG Keluhkan Mual dan Mencret setelah Menyantap Telur Bumbu, Satgas Kabupaten Kediri Langsung Suspend

Padahal, uji laboratorium makanan yang disantap siswa tersebut sangat diperlukan. Tujuannya untuk memastikan apakah makanan yang diproduksi SPPG benar-benar jadi penyebab munculnya keluhan.

“Kami menyayangkan kalau pihak sekolah tidak langsung terus terang. Seharusnya jika memang ada (kejadian) bisa langsung tes lab (laboratorium). Namun kalau sekarang yang dites sudah tidak ada,” keluh Yadin.

Selain itu, menurutnya kemarin pihak sekolah juga tetap menerima menu MBG sejumlah total penerima manfaat. Jika memang terjadi insiden keracunan, Yadin mengaku heran karena anak yang mengalami gejala keracunan tetap menerima paket MBG.

“Mereka tetap menerima (paket MBG) dan tidak menolak. Kalau sewajarnya, ketika mengalami (keracunan) maka menolak. Setidaknya menolak sejumlah anak yang tidak masuk. Ini tidak, ini penerima manfaat tetap penuh,” sebutnya.

Sebelumnya,  ada 211 siswa di sekolah tersebut yang mengeluh sakit usai menyantap makanan MBG. Mereka mengalami keluhan beragam. Mulai dari pusing, mual, muntah, sakit perut dan diare.(*) 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
SPPG keracunan mbg Makan Bergizi Gratis