117 Siswa SMPN  1 Kras Mual, Muntah, dan Diare usai Santap Menu MBG

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:00 WIB

 

Petugas dari Dinkes Kabupaten Kediri memantau kondisi siswa yang diduga mengalami keracunan makanan.
Petugas dari Dinkes Kabupaten Kediri memantau kondisi siswa yang diduga mengalami keracunan makanan.

 JP Radar Kediri –Ratusan siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kras, Kabupaten Kediri mengalami gangguan kesehatan mirip keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka merasakan mual, muntah, pusing, dan disertai diare terus-terusan. Gejala seperti itu juga masih dirasakan beberapa siswa hingga Senin (27/7).

Meskipun demikian, belum diperoleh kepastian penyebab 'keracunan' yang diderita para siswa tersebut. Para pihak terkait, termasuk sekolah dan Badan Gizi Nasional (BGN) masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab itu.

"Hari ini pihak SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi, Red) sudah kami panggil untuk evaluasi," kata Kepala SMPN 1 Kras Soedjito ketika ditemui radarkediri.jawapos.com.

Dugaan keracunan tersebut usai para siswa menyantap menu MBG yang dibagikan beberapa hari lalu, Kamis (23/7). Setelah itu ratusan siswa mengeluh kondisi fisiknya menurun. Mereka merasakan perut sakit, mual, mulas, dan muntah. Banyak pula yang merasakan kepala pusing.

Mereka yang merasakan itu akhirnya tak masuk sekolah keesokan harinya, yaitu Jumat (24/7). Jumlahnya juga tidak sedikit, sebanyak 117 siswa tak bisa belajar di sekolah karena keluhan tersebut.

Baca Juga: Siswa Atta’awun Kediri Positif Keracunan MBG: Hasil Uji Lab Makanan Mengandung Bakteri Bacillus Cereus, Begini Penjelasan Lengkap Satgas

Bahkan, beberapa siswa masih  merasakan sakit serupa ketika masuk di awal pekan ini (Senin. 27/7). Sejumlah siswa mengeluh hal serupa ketika proses belajar mengajar. Mereka pun terpaksa mendapat penangan di unit kesehatan sekolah (UKS). Beberapa di antaranya terpaksa dipulangkan.

Pantauan radarkediri.jawapos.com, petugas SPPG, BGN, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mendatangi sekolah. Mereka melakukan evaluasi sekaligus menelusuri kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami.

Mereka terlihat berkoordinasi di ruang kepala sekolah. Setelah sempat mendatangi siswa yang sakit dan dirawat di ruang UKS.

Soedjito menegaskan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah keluhan tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan bergizi gratis yang dibagikan kepada siswa. Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari instansi yang berwenang.

Sementara itu, Koordinator SPPI Kabupaten Kediri Ahmad Gunawan masih enggan dikonfirmasi. Saat ditanyai, dia meminta agar berkomunikasi ke Satgas MBG Kabupaten Kediri. 

Baca Juga: Korban Terduga Keracunan MBG di Ngasem Kediri Kembali Bersekolah, Pihak Rumah Sakit Nyatakan Korban Sudah Sembuh  

"Kita belum tahu," kilahnya ketika ditanya penyebab sakit yang diderita para siswa tersebut.(*)

Editor : Mahfud
Mbg keracunan muntah keracunan mbg BGN