Sehari Damkar Kabupaten Kediri Tangani 11 Kebakaran: Mayoritas Dipicu Kelalaian Manusia, Warga Diminta Lebih Waspada Saat Kemarau

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:58 WIB
Petugas saat menangani salah satu kebakaran. (Foto Damkar Kabupaten Kediri)
Petugas saat menangani salah satu kebakaran. (Foto Damkar Kabupaten Kediri)

 

JP Radar Kediri – Musim kemarau membawa ancaman kebakaran di Kabupaten Kediri. Dalam sehari, Jumat (24/7), petugas pemadam kebakaran berjibaku menangani 11 kejadian yang tersebar di berbagai kecamatan. Sebagian besar insiden dipicu faktor kelalaian manusia.

Kebakaran yang ditangani meliputi rumah tinggal, kandang ternak, lahan kosong, lahan tebu, rumpun bambu, hingga limbah industri.

Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Kepung, Pare, Banyakan, Plosoklaten, Semen, Ngancar, Kandat, Papar, dan Pagu.

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, tingginya angka kebakaran dalam sehari menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati selama musim kemarau.

 Sebab, kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah membesar dan merambat.

Dia menyebut, sebagian besar kebakaran yang terjadi selama musim kemarau masih didominasi kelalaian manusia.

 Mulai dari aktivitas pembakaran sampah, pembakaran sisa tanaman, hingga penggunaan api yang tidak diawasi dengan baik di sekitar lahan maupun permukiman.

Baca Juga: Damkar Kabupaten Kediri 25 Jam Berjibaku dengan Kebakaran di Kandat, Sampai Harus Turunkan Ekskavator, Begini Kronologinya 

Pada Jumat (24/7), petugas memadamkan kebakaran kandang puyuh dan rumah di Kecamatan Kepung. Selain itu, kebakaran juga melanda rumpun bambu di Pare dan Banyakan, lahan kosong di Pare, lahan tebu di Plosoklaten serta Ngancar, lahan jati di Semen, limbah sepatu bekas di Kandat, rumah di Papar, serta kandang ayam di Pagu.

Meski seluruh kejadian berhasil ditangani, Kaleb mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi kebakaran di musim kemarau.

 Terlebih, angin kencang dan cuaca panas membuat kobaran api lebih cepat meluas sehingga berisiko menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Mayoritas kebakaran masih disebabkan kelalaian manusia. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau sisa tanaman sembarangan, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar,” ujarnya.

Dia juga meminta warga segera menghubungi petugas apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kobaran meluas.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk menekan meningkatnya kasus kebakaran selama musim kemarau.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
pemadam kebakaran kemarau kebakaran waspada