Kanit Reskrim Polsek Semen Aiptu Fredy Kurnia menjelaskan, peristiwa itu bermula dari cekcok yang melibatkan saksi Warji, 50.
Saat itu, Warji hendak membuat saluran air dan jalan yang mana melewati samping rumah milik pelaku MY, 37. Tepatnya mengenai bagian pondasi.
Pelaku pun mencoba menegur tetangganya itu secara langsung.
Baca Juga: Terlibat Pembacokan, Tiga Remaja di Kediri Jadi Tersangka, Ini Motif Yang Wajib kamu Ketahui!
“Berlanjut pada Sabtu hari ini sekitar pukul 09.30, anak MY yang masih balita setiap hari menangis tidak wajar. MY pun beranggapan bahwa hal tersebut diguna-guna oleh saksi W (Warji, Red),” ujar Aiptu Fredy Kurnia.
MY lalu menghampiri Warji. Di situ, Susi, 45, yang merupakan istri Warji, menengahi dan berusaha melerai keduanya yang terlibat pertengkaran.
Pelaku pun naik pitam dan kembali ke rumahnya untuk mengambil sebilah sabit yang diletakkan di dapur.
Setelah sabit berhasil digenggam, MY pun kembali ke rumah Warji.
“Namun saksi W (Warji, Red) tidak ada," ungkapnya.
Baca Juga: Terpidana Pembacokan di Mojoroto Kota Kediri Dipindah ke LPKA Blitar, Ini Alasannya
MY justru bertemu dengan Susi. Saat itu juga, dia langsung membacok tetangganya itu dan mengenai kepala.
Tak hanya itu, anak Warji yang bernama Nu, 17, juga terkena bacok di bagian tangan. Remaja itu lalu berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan.
Mendengarkan teriakan tersebut, tetangga sekitar pun langsung menuju ke sumber suara. Didapati korban sudah dalam kondisi berlumuran darah, sementara warga lain berupaya mengamankan pelaku.
“Pelaku sudah kami amankan. Sementara korban berada di RS Bhayangkara dan kondisinya berangsur membaik,” pungkasnya.
Editor : Ayu IsmawatiSumber : Radar Kediri