KEDIRI, JP Radar Kediri–Wajah puluhan pasangan pengantin yang kemarin memadati Jl Stasiun dengan naik mobil Volkswagen (VW) nampak berbinar. Perempuan kompak memakai kebaya, sedangkan sang pria mayoritas memakai jas. Melakukan akad di dalam mobil, para pengantin tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka setelah status pernikahannya diakui negara.
Salah satu pengantin yang semringah itu adalah Digdo Sariwanto, 59. Menikah siri selama 40 tahun, warga Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu akhirnya bisa mencatatkan pernikahannya dengan mengikuti nikah massal.
“Dulu nikah siri dan belum punya surat nikah. Makanya ikut ini (nikah massal, Red) biar bisa memiliki surat nikah resmi,” ujar Digdo usai melakukan akad nikah di VW Combi Jl Stasiun kemarin.
Baca Juga: Kediri Jadi Tuan Rumah Jamnas VW ke-53, Siap Gelar Rekor MURI Nikah Massal di Dalam VW Kombi
Pernikahan di bawah tangan terpaksa dilakukan Digdo karena dia dan istrinya merupakan warga Lampung. Selanjutnya mereka pindah ke Kediri untuk merantau.
Saking banyaknya administrasi yang diperlukan, Digdo mengaku belum sempat mengurusinya. Karena itu, dia memilih menikah siri saja yang dianggap praktis.
Status pernikahan siri, diakui bapak empat anak itu membuat keluarganya kesulitan. Terutama saat dia harus menikahkan tiga anaknya. Tak ingin terus mengalami kesulitan, kakek enam cucu itu pun langsung mengiyakan ajakan nikah massal yang digelar pemkot kemarin.
“Waktu ditawari saya langsung mau. Semua persyaratan yang menguruskan pemerintah setempat. Terlebih saya masih punya anak satu yang belum dinikahkan. Biar nanti lebih mudah mengurus administrasinya,” beber Digdo yang pindah ke Kediri sejak 2015 silam.
Jika Digdo meresmikan pernikahannya agar administrasi anaknya tidak sulit, pasangan lain memilih meresmikan pernikahannya agar dipermudah saat mengurus bantuan. “Suami mengalami disabilitas penglihatan. Kemarin dari dinas terkait ada yang menyarankan untuk mengikuti nikah massal agar memiliki surat nikah resmi,” ujar Eni Atminingsih, 50, warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota yang menikah saat pandemi Covid-19 pada 2021 lalu.
Dengan meresmikan pernikahannya, istri Slamet ini berharap pengurusan bantuan dan pengobatan suaminya bisa lebih mudah. “Ya gimana kondisinya seperti ini. (Surat nikah, Red) bisa mempermudah untuk mengurus atau mencari bantuan,” bebernya.
Untuk diketahui, nikah massal di sepanjang Jl Stasiun kemarin diikuti oleh 53 pasangan. Sebanyak 43 pasangan menikah reguler. Adapun 10 pasangan lainnya pernikahan isbath.
“Di dalam mobil VW ini bukan hanya berkaitan dengan rekor MURI. Tapi ada yang jauh lebih bermakna yaitu lahirnya 53 keluarga baru yang memulai kehidupan dengan penuh cinta, harapan, dan kebahagiaan,” ujar Walikota Kediri Vinanda Prameswati.
Menurutnya, komunitas VW bukan hanya sekedar komunitas otomotif yang biasanya dikenal. Dia mengapresiasi aksi komunitas yang menunjukkan kepedulian tinggi. Yakni, dengan mewadahi atau memfasilitasi masyarakat yang kurang mampu untuk bisa menikah.
“(Nikah massal, Red) ini juga kaitannya dengan perlindungan hukum. Karena ternyata banyak juga yang masih menikah siri. Ini bisa menjadi wadah bagi beliau-beliaunya dimana hak dan kewajiban dari suami istri ini bisa dilindungi secara hukum,” tutur Vinanda.
Terpisah, Sriwidayati, perwakilan dari MURI menyebut nikah massal kemarin sebagai kegiatan yang unik. Merupakan yang terbanyak di Indonesia. “Yaitu menikah atau akad nikah di dalam mobil. Ada 53 pasang pengantin di 53 mobil VW Kombi,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri