Damkar Kabupaten Kediri 25 Jam Berjibaku dengan Kebakaran di Kandat, Sampai Harus Turunkan Ekskavator, Begini Kronologinya 

Andhika Attar Anindita • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:42 WIB
Damkar saat sedang lakukan penanganan. (Damkar Kabupaten Kediri)
Damkar saat sedang lakukan penanganan. (Damkar Kabupaten Kediri)

JP Radar Kediri – Kebakaran gudang penyimpanan sepah tebu di Dusun Kartosari, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, membutuhkan penanganan puluhan jam jam.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri berjibaku sejak Rabu (22/7) petang hingga Kamis (23/7) malam untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 17.36 WIB.

Tim Damkar Pos Ngadiluwih berangkat delapan menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 17.56 WIB.

Namun, proses penanganan baru dinyatakan selesai pada Kamis pukul 19.20 WIB, sehingga total penanganan berlangsung sekitar 25 jam 36 menit.

Lamanya proses pemadaman dipicu karakteristik material yang terbakar berupa sepah tebu.

Tumpukan limbah tebu tersebut menyimpan bara di bagian dalam sehingga api sulit dipadamkan hanya dengan penyemprotan air dari permukaan.

Baca Juga: Fenomena Angin Kencang Jelang Puncak Kemarau, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Kebakaran dan Penerbangan

Petugas harus membongkar tumpukan material menggunakan alat berat berupa ekskavator agar titik api yang tersembunyi bisa dijangkau.

Sebanyak tiga unit armada diterjunkan dalam operasi tersebut.

Terdiri atas satu unit armada Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter dan dua unit armada dari Pos Pare.

Total 20 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan hingga dipastikan tidak ada bara yang tersisa.

Kebakaran diketahui saat kondisi pabrik sedang kosong.

 Penjaga pabrik yang hendak menunaikan salat Magrib melihat gudang penyimpanan sepah tebu sudah terbakar.

Mengetahui kejadian itu, penjaga langsung menghubungi Damkar. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 70 juta.

Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai sekitar Rp 100 juta berupa rumah dan garasi yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyampaikan, api akhirnya berhasil dipadamkan sesuai prosedur setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif.

"Tidak ada korban luka ataupun jiwa," jelasnya. 

Proses pembongkaran menggunakan ekskavator perlu dilakukan untuk memastikan bara api di dalam tumpukan sepah tebu benar-benar padam sehingga tidak memicu kebakaran susulan.

Editor : Mahfud
kecamatan kandat kebakaran damkar kabupaten kediri