Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Permintaan Solar Melonjak 25 Persen, Ini Yang Dilakukan Pertamina!

Hilda Nurmala Risani • Kamis, 2 Juli 2026 | 01:26 WIB
Petugas Pertamina melayani pembelian solar. (Wahyu Adji/JPRK)
Petugas Pertamina melayani pembelian solar. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Memasuki musim kemarau akhir Juni ini, permintaan solar di Kediri Raya naik hingga 25 persen. Mengantisipasi kelangkaan seperti yang terjadi di daerah lain, Pertamina mengalihkan pasokan Madiun dan Surabaya ke Kediri.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Regional Kediri Anwar Hidayat mengatakan, kenaikan jumlah permintaan solar terjadi dalam waktu dua minggu terakhir. “Dibanding hari biasa (permintaan solar) naik sekitar 20-25 persen,” kata Anwar.

          Meski ada kenaikan permintaan solar yang cukup signifikan, Anwar mengklaim stok untuk Kota Kediri masih aman. Caranya, Pertamina Regional Kediri menambah pasokan pengiriman dari Fuel Terminal Madiun dan Fuel Terminal Surabaya untuk pengiriman ke SPBU wilayah Kediri. “Saat ini proses percepatan dan bantuan alih supply dari Madiun dan Surabaya,” lanjut Anwar.

Baca Juga: Petani Bisa Lebih Mudah Peroleh Solar Subsidi, Simak Caranya 

          Dikatakan Anwar, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) terus mengoptimalkan seluruh rantai pasok distribusi BBM. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

          Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan, dalam sepekan terakhir Pertamina memang menyalurkan BBM dengan volume di atas rata-rata konsumsi normal harian. Tujuannya menurut Ahad adalah untuk menjaga keandalan pasokan di Jatim.

          Penyaluran, beber Ahad, dilakukan secara bertahap. Menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU agar masyarakat bisa mendapat BBM dengan mudah. “hingga saat ini penyaluran pertalite telah mencapai 96,6 persen dan biosolar 103,3 persen dari kuota komulatif tahun berjalan,” terangnya.

Baca Juga: Apa Saja yang Bisa Jadi Bahan Bakar Mobil Selain Listrik dan Solar

          Pertamina, ungkap Ahad, juga memaksimalkan operasional seluruh fuel terminal (FT) dan integrated terminal (IT) di Jatim selama 24 jam. Selebihnya, mereka memaksimalkan pasokan dari IT Tanjungwangi, FT Malang, FT Madiun, FT Tuban, hingga FT Boyolali, Jawa Tengah.

          Tak hanya itu, menurutnya Pertamina juga menambah kapasitas angkut operasional armada mobil tangki sebesar 608 kiloliter. Sehingga total kapasitas distribusi mencapai 22.196 kiloliter per hari. “Peningkatan kapasitas ini memungkinkan pengiriman BBM ke SPBU lebih cepat dan lebih optimal,” jelasnya.

          Ahad menegaskan, distribusi BBM juga dipantau secara real time. Sehingga, jika ada kebutuhan tambahan, Pertamina bisa menyesuaikan pola suplai di satu wilayah. “Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan BBM terus disalurkan secara berkesinambungan dan dalam kondisi aman,” terangnya berusaha menenangkan.

Baca Juga: Indonesia Bersiap Hentikan Impor Solar, RDMP Balikpapan dan Program B50 Jadi Kunci

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, stok solar di sejumlah SPBU Kota Kediri memang masih ada. Salah satunya di SPBU Jl Joyoboyo, Kota Kediri. Sayang, pegawai yang bertugas kemarin pagi menolak memberi penjelasan penjualan solar di sana. “Langsung ke Pak Anwar saja sebagai penanggung jawab wilayah Kediri,” ungkap perempuan berjilbab yang tidak menyebutkan namanya itu. 

 

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#PERMINTAAN SOLAR MENINGKAT #25 PERSEN #TAMBAH SUPPLY #fUEL MADIUN DAN SURABAYA #kota kediri