KEDIRI, JP Radar Kediri – Kecelakaan yang melibatkan bus di Makkah, Arab Saudi, menimpa dua jemaah haji Indonesia pada Selasa (17/6) sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
Salah satu korban merupakan jemaah asal Kabupaten Kediri, yakni Sania Nurlaili Afifah, warga Desa Srikaton, Kecamatan Ringinrejo.
Beruntung, kondisi korban dilaporkan tidak mengalami luka berat meski tetap harus mendapatkan perawatan medis.
Informasi tersebut disampaikan Ketua Rombongan Kloter SUB 111 Abdullah Rosyaad yang berada di lokasi kejadian.
Menurutnya, korban asal Kabupaten Kediri tergabung dalam Kloter SUB 110 KBIHU Nur Al Mubarok dan menempati Hotel 5.108 di kawasan Makkah.
"Alhamdulillah untuk Bu Sania kondisinya tidak terlalu parah. Tetap dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Baca Juga: Tunggu Kepulangan, Jemaah Haji Perbanyak Ibadah Sunnah, Begini Kondisinya
Rosyaad menjelaskan, insiden bermula ketika sebuah bus layanan jemaah haji Indonesia yang biasa digunakan mengangkut jemaah haji melaju tidak terkendali hingga menabrak area teras hotel.
Saat kejadian, dua jemaah sedang duduk di teras hotel. Salah satunya adalah Sania Nurlaili Afifah, sedangkan satu korban lainnya berasal dari kloter Surabaya yang menginap di Hotel 3.110.
Bus yang terlibat merupakan bus Shalawat jalur A7 yang setiap hari melayani transportasi jemaah haji dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.
Kendaraan tersebut beroperasi selama 24 jam untuk melayani mobilitas jemaah di Makkah.
"Dua korban itu sedang duduk di teras hotel. Tiba-tiba bus naik ke area teras dan menabrak pembatas besi sampai rusak. Yang dari Surabaya kondisinya lebih parah, sedangkan Bu Sania tidak terlalu berat," terang Rosyaad.
Akibat benturan keras tersebut, pagar pembatas dan sejumlah bagian teras hotel mengalami kerusakan.
Satu korban asal Surabaya dilaporkan mengalami cedera cukup serius dan diduga mengalami patah tulang pada bagian pinggang.
Sementara itu, korban asal Kabupaten Kediri mengalami luka yang tidak terlalu berat.
Hingga berita ini ditulis, kasus tersebut telah ditangani aparat kepolisian Arab Saudi.
Baca Juga: Jemaah Haji Kabupaten Kediri Jalani Umrah Sunah Ketiga: Cuaca Makkah Capai 45 Derajat Celsius
Proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Namun berdasarkan dugaan awal di lapangan, pengemudi diduga mengalami kelelahan atau mengantuk sehingga kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikannya.
Rosyaad menambahkan, bus Shalawat merupakan fasilitas resmi yang disediakan untuk jemaah haji Indonesia.
Karena itu, kejadian tersebut menjadi perhatian serius petugas haji dan otoritas setempat guna memastikan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Editor : Andhika Attar Anindita