MAKKAH, JP Radar Kediri – Aktivitas ibadah jemaah haji asal Kabupaten Kediri terus berlanjut usai puncak pelaksanaan haji.
Selain menjalankan salat berjamaah di Masjidil Haram, para jemaah kini mulai memperbanyak ibadah sunah selama masih berada di Makkah.
Salah satunya dengan melaksanakan umrah sunah yang menjadi agenda rutin rombongan.
Ketua Rombongan Kloter SUB 111 Kabupaten Kediri Abdullah Rosyaad mengatakan, pada Selasa (9/6) pagi jemaah memulai kegiatan dengan salat Subuh berjamaah di Masjidil Haram.
Pada malam harinya, jemaah melaksanakan umrah sunah ketiga sejak berada di Tanah Suci.
“Seluruh jemaah Nasrul Ummah Kloter 111 Kabupaten Kediri akan melaksanakan umrah sunah yang ketiga. Untuk mengambil miqat kami menuju Masjid An-Nu'im karena lokasinya lebih dekat dengan Masjidil Haram,” ujarnya.
Setelah mengambil miqat dan berniat umrah di Masjid An-Nu'im, rombongan akan kembali ke Masjidil Haram untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah. Dimulai dengan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.
Kemudian dilanjutkan sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Setelah itu, jemaah menutup ibadah umrah dengan tahalul atau memotong rambut.
Baca Juga: Dua Jemaah Haji Kabupaten Kediri 2026 Meninggal di Tanah Suci
Selain fokus menjalankan ibadah, para jemaah juga diminta menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Makkah masih tergolong ekstrem.
Pada pagi hari, suhu berkisar 34 derajat Celsius dan cuaca cenderung cerah. Namun saat memasuki siang hingga sore hari, suhu dapat meningkat hingga 44 sampai 46 derajat Celsius.
“Kalau siang panas sekali. Mulai sekitar jam 12 siang sampai jam 3 sore bisa mencapai 45 derajat Celsius. Untuk ukuran orang Indonesia tentu sangat panas,” jelas Abdullah.
Karena itu, jemaah dianjurkan menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Seperti memakai topi atau payung, membawa semprotan air untuk menjaga kelembapan wajah, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Petugas juga terus mengingatkan jemaah agar rutin minum air mineral. Juga oralit guna mencegah dehidrasi selama menjalankan ibadah di bawah terik matahari Makkah.
Abdullah menambahkan, hingga saat ini kondisi umum jemaah asal Kabupaten Kediri yang berada di wilayah Syisyah, Makkah, masih terpantau baik.
Meski cuaca cukup panas, seluruh jemaah tetap bersemangat menjalankan berbagai ibadah sunah sembari menunggu jadwal kepulangan ke tanah air.
Editor : Mahfud