JP Radar Kediri - Diduga kelalaian saat membersihkan lahan, sebuah perkebunan tebu di Dusun Minggiran, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, ludes terbakar pada Minggu (7/6) siang. Embusan angin yang kencang membuat kobaran api cepat membesar dan tak terkendali, kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Peristiwa tersebut bermula saat warga setempat tengah membakar daduk (sampah daun tebu kering) di area lahan. Namun, kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang di lokasi kejadian justru membuat api dengan cepat merembet ke tanaman tebu yang masih berdiri.
Melihat kobaran api yang kian meluas, seorang warga bernama Supriono langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran pada pukul 11.58 WIB.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan bahwa setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan personel dari Bidang Pencegahan Kebakaran.
"Tim Damkar Kabupaten Kediri dari Pos Ngadiluwih langsung berangkat pukul 12.02 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB," ujar Kaleb.
Baca Juga: Sepah Tebu Terbakar, Pabrik Penggilingan Gula di Kandat Kediri Nyaris Dilalap Api
Satu unit armada pemadam berkapasitas 2.500 liter dikerahkan ke titik api. Petugas langsung melakukan lokalisir area agar kebakaran tidak meluas ke permukiman atau lahan produktif lainnya. Proses pemadaman berlangsung sekitar 50 menit.
Api akhirnya berhasil diredam sepenuhnya pada pukul 13.20 WIB sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga: Gudang Perkakas Resepsi di Mojo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 50 Juta
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, dampak kebakaran sempat memicu kepanikan. Pihak pemadam kebakaran melaporkan total kerugian materiil mencapai Rp 100 juta, sementara aset senilai Rp 20 juta berhasil diselamatkan dari amukan api.
Atas kejadian ini, petugas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas membakar sampah atau limbah pertanian di area terbuka saat angin kencang, guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
Editor : Andhika Attar Anindita