Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puskesmas Tiron Terbakar, Pelayanan Pindah ke Pustu:  Api Melalap Apotek, Rekam Medis, dan Ruang Pelayanan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 2 Juni 2026 | 05:56 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Khotib melakukan pemeriksaan Puskesmas Tiron yang terbakar. (Foto Wahyu Adji)
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Khotib melakukan pemeriksaan Puskesmas Tiron yang terbakar. (Foto Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri–Insiden kebakaran di Puskesmas Tiron pada dini hari kemarin (1/6), membuat pelayanan kesehatan masyarakat di lereng Gunung Wilis itu dipindah ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Banyakan.

Pengalihan dilakukan karena sarpras di Puskesmas Tiron tidak memadai lagi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, kebakaran dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik di lemari es penyimpanan obat puskesmas yang terletak di Jl Raya Bulawen tersebut.

Akibatnya, si jago merah dengan cepat menyebar. Selain apotek yang terbakar, ruang rekam medis dan ruang pelayanan juga hangus.

Kepala UPTD Puskesmas Tiron drg Ratna Febrianingrum mengatakan, pascakebakaran kemarin, dia langsung menyusun skema pelayanan darurat. Sehingga, pelayanan kesehatan masyarakat tidak terhambat.

Melihat mayoritas ruang pelayanan di bangunan utama yang rusak karena terbakar, Ratna memutuskan memindah pelayanan.

“Untuk sementara pelayanan kami rencanakan pindah di Pustu Banyakan,” ujarnya.

Masyarakat yang biasanya berobat ke Puskesmas Tiron, langsung diarahkan untuk berobat ke Pustu Banyakan.

Baca Juga: UPTD Puskesmas Tiron Kediri Ludes Dilalap si Jago Merah, Begini Kronologi Kebakaran

Selebihnya, personel puskesmas fokus menginventarisasi sisa obat-obatan dan peralatan yang masih bisa digunakan.

“Kami masih mendata. Untuk obat-obatan juga masih kami pikirkan karena kemungkinan besar habis semua terbakar,” terangnya.

Kebakaran di Puskesmas Tiron terjadi saat masyarakat setempat terlelap tidur sekitar pukul 00.00 dini hari kemarin.

Kala itu, Beni Ismail, 53, penjaga malam, baru saja selesai menutup dan mengunci seluruh ruangan serta pagar puskesmas.

Selanjutnya, dia bermaksud pulang ke rumahnya yang terletak di depan puskesmas.

“Pas baru njagang motor, saya dikabari sama satpam tol kalau puskesmas kebakaran,” ungkapnya.

Dia pun langsung bergegas kembali ke puskesmas. Saat itu dia mendapati api sudah berkobar di ruang apotek.

Hanya dalam hitungan detik, api semakin membesar. Disertai asap pekat dan terdengar suara ledakan dari dalam ruangan.

“Ada suara ‘duar’ seperti meletus. Saya masuk ternyata di ruangan ada kulkas apotek itu sudah menyala (terbakar),” bebernya.

Baca Juga: Kebakaran Kantin dan Koperasi RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri, Begini Kronologi Lengkapnya!

         Cepatnya penyebaran api di puskesmas, menurut Beni tidak lepas dari banyaknya barang-barang mudah terbakar di sana. Selain obat-obatan juga ada alkohol, dan dokumen berkas pelayanan.

“Di situ penuh penyimpanan obat, alkohol, dan kertas-kertas. Dekat situ juga ada register rekam medis. Kalau sudah kena api ya cepat sekali membesarnya,” katanya.

          Beni langsung berusaha melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Bersama warga, mereka juga berusaha memadamkan api dengan mengambil air di saluran terdekat. Namun, upaya mereka tetap tidak bisa menjinakkan api.

Terkait dugaan penyebab kebakaran, Ratna di tempat terpisah menduga sumber api berasal dari area lemari es penyimpanan obat di ruang apotek.

Dari titik tersebut api kemudian menjalar ke berbagai ruangan lain yang berada di kompleks pelayanan utama.

“Kemungkinan ada korsleting dari kulkas obat yang ada di apotek. Di situ banyak obat-obatan dan alkohol sehingga api cepat membesar. Setelah itu menjalar ke ruang rekam medis yang penuh kertas-kertas,” urainya.

Hanya dalam hitungan menit api juga merembet ke ruang poli KIA, poli umum, poli gigi, aula, serta sejumlah ruang pelayanan lainnya.

Baca Juga: Kebakaran di Banyakan Kediri Memakan Korban, Begini Kondisinya

“Yang terdampak itu loket, apotek, klaster dua, klaster tiga, poli gigi, aula, dan ruang pelayanan lainnya. Hampir semua ruangan depan sampai aula,” tandas Ratna.

Adapun yang bisa diselamatkan adalah beberapa ruangan di bagian belakang. Di antaranya, ruang tata usaha, laboratorium, serta ruang persalinan.

Selain bangunan yang rusak parah, menurut Ratna kerugian besar juga terjadi karena banyak stok obat dan vaksin yang terbakar.

Padahal, sebagian stok baru saja diterima puskesmas. “Vaksin yang ada di situ habis semua. Obat-obatan juga habis. Ada yang baru datang juga. Karena selain apotek, di situ juga menjadi gudang obat,” ujarnya.

Selebihnya, sejumlah peralatan elektronik penunjang pelayanan kesehatan juga hangus.

Mulai sejumlah laptop, komputer, central processing unit (CPU), serta perangkat pelayanan lainnya. ikut rusak akibat terpapar api dan panas.

Baca Juga: Fraksi NasDem di DPRD Kabupaten Kediri Usulkan Damkar Jadi OPD Baru untuk Respon Cepat Tangani Kebakaran

“Karena sekarang pelayanan sudah menggunakan rekam medis elektronik, hampir setiap ruang pelayanan ada perangkat komputer. Sebagian rusak terbakar,” jelasnya bersyukur karena data pasien yang tersimpan secara digital relatif aman.

Untuk diketahui, tim damkar dari Pos Grogol yang tiba di lokasi pukul 00.41 melakukan pemadaman hingga pukul 03.00 dini hari.

Dua armada dari Grogol dibantu satu armada dari Ngadiluwih dan Kota Kediri berjibaku dengan api hingga pagi.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyebut, lamanya pemadaman api karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan.

Selebihnya, petugas juga menghadapi sejumlah kendala saat proses pemadaman berlangsung. “Kesulitannya karena banyak berkas, obat-obatan, dan bahan yang mudah terbakar,” tuturnya.

Terkait jumlah kerugian dalam peristiwa dini hari kemarin, Kaleb menaksir sekitar Rp 1 miliar. “Yang bisa diselamatkan ditaksir sekitar Rp 800 juta,” tegasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#uptd puskesmas tiron #kebakaran #damkar kabupaten kediri #kecamatan banyakan