Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gubernur Khofifah Ikut Tanam Tebu di Kandat, Ini Juga Yang Dilakukan di Kota Kediri!

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 26 Mei 2026 | 03:20 WIB
BIBIT UNGGUL : Gubernur Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Wabup Dewi Mariya Ulfa mengecek kondisi tanaman tebu di kebun tebu PG Ngadirejo di Desa Ngletih, kandat kemarin.
BIBIT UNGGUL : Gubernur Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Wabup Dewi Mariya Ulfa mengecek kondisi tanaman tebu di kebun tebu PG Ngadirejo di Desa Ngletih, kandat kemarin.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah andalan di Jawa Timur dalam program swasembada gula nasional. Kemarin, Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan penanaman tebu di kebun Desa Ngletih, Kandat, sebagai wujud dukungan program nasional tersebut.

 

          Untuk diketahui, penanaman perdana usai program bongkar ratoon tebu dilakukan di Kebun Tebu Rakyat (TR) PG Ngadiredjo, Desa Ngletih, Kandat. Selain Khofifah, penanaman tebu juga dilakukan oleh Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Plt Kepala Dinas Perkebunan Jatim Heru Suseno. Kemudian, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, dan sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Kediri lainnya.

 

          Selain di Kediri, penanaman tebu dilakukan di 15 titik di 11 kabupaten di Jawa Timur. “Ini (program bongkar ratoon) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi tebu dan mendukung target Bapak Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada gula nasional,” kata orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Kick Off Bongkar Ratoon Massal di Kebun TR PG Ngadiredjo Kediri, Makin Siap Genjot Swasembada Gula Nasional

          Jika 2026 ini targetnya swasembada gula konsumsi, pada 2027 nanti diharapkan bisa swasembada gula industri. Jatim, lanjut Khofifah, merupakan tulang punggng produksi gula nasional. Karenanya, percepatan bongkar ratoon akan terus dilakukan agar produktivitas dan rendemen tebu meningkat.

          Khofifan menegaskan, semangat petani meningkatkan produksi tebu harus diimbangi kepastian penyerapan gula oleh pasar dengan harga yang menguntungkan. Karenanya, dia mengingatkan agar gula rafinasi impor tidak merembes ke pasar konsumsi. Sebab, hal itu yang akan memukul harga gula petani.

“Kalau gula rafinasi merembes ke pasar, gula petani tidak bisa bersaing. Karena itu kebijakan impor harus benar-benar dikontrol,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah ke Kediri, Melakukan Ini Serentak di Seluruh Jawa Timur

Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Heru Suseno menambahkan, kegiatan kemarin jadi salah satu bagian dari percepatan peningkatan produksi gula konsumsi nasional. Dari 23 pabrik gula milik SGN, sembilan pabrik di antaranya sudah mulai giling.

Dengan total 29 pabrik gula di Jawa Timur yang akan beroperasi, proses bongkar ratoon diyakini semakin optimal karena tebu bisa langsung digiling di pabrik terdekat. “Jatim memiliki benih tebu datar seluas 1.455 hektare yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penanaman di lahan 11.399 hektare,” ungkapnya. Pemprov juga mempercepat proses sertifikasi dan pelabelan benih agar kebutuhan petani terpenuhi.

 

Jawa Timur, tutur Heru, mendapat target bongkar ratoon seluas 54 ribu hektare dari Kementan. Pihaknya berupaya memenuhi target tersebut dengan dinas pertanian dan perkebunan di kabupaten.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Lantik 120 Kepala Sekolah usai Lebaran, Ada yang Digeser, Ada yang Promosi

 

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menegaskan, Kabupaten Kediri jadi salah satu daerah dengan capaian bongkar ratoon terbesar secara nasional. Pada 2025, luas bongkar ratoon di Kabupaten Kediri mencapai 3.864 hektare. Adapun 2026 ini target bongkar ratoon mencapai 7 ribu hektare dari luas lahan tebu sebanyak 22.297 hektare. “Alhamdulillah Kabupaten Kediri termasuk daerah dengan capaian bongkar ratoon terluas secara nasional,” jelasnya.

 

          Senada dengan Dewi, Dirut PT SGN Mahmudi mengakui jika Kediri jadi salah satu daerah paling strategis dalam industri gula nasional. PG Ngadiredjo menjadi salah satu pabrik gula terbaik di lingkungan PT SGN meski sudah berdiri sejak 1912. “Semakin banyak tebu yang masuk, perahan semakin bagus, rendemen semakin baik, petani akan tersenyum dan sejahtera,” tuturnya.

 

          Mahmudi mengakui jika target bongkar ratoon tahun ini naik drastis. Jika 2025 lalu sebanyak 11 ribu, tahun ini target di Jawa Timur naik lima kali lipat menjadi 54 ribu hektare.Bongkar ratoon dilakukan untuk mengganti tanaman tua dengan varietas unggul yang lebih produktif dan memiliki rendemen tinggi,” tandasnya.

Baca Juga: Warga Pare Kediri Serbu Pasar Murah, Lansia Dapat Beras Gratis dari Gubernur Jatim Khofifah

 

          Terpisah, Plt Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil menegaskan, Pemerintah Pusat mendukung penuh program percepatan swasembada gula. Tahun ini pemerintah menargetkan program bongkar ratoon nasional mencapai 97.970 hektare. Diakuinya, Jawa Timur merupakan daerah andalan dalam produksi gula. “Karena itu percepatan CPCL (calon petani dan calon lokasi) harus segera diselesaikan agar target tanam tercapai,” tandasnya.

          Sementara itu, selain melakukan penanaman tebu di Kandat, kemarin siang Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial (bansos) dan tali asih senilai

 Rp 1,8 miliar. Terdiri dari bantuan program keluarga harapan (PKH) plus, bantuan langsung tunai (BLT) buruh pabrik, kemiskinan ekstrem, hingga asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD).

Baca Juga: Melonjak ke Angka 4,75, Gubernur Khofifah Bawa Jawa Timur Jadi Provinsi dengan Pelayanan Publik Terbaik Nasional

Ada pula bansos PPKS Jawara, dan pilar-pilar sosial. Selebihnya, BUMD Jatim juga menyerahkan zakat produktif untuk 50 orang. Masing-masing mendapat Rp 500 ribu.

Khofifah mengatakan, bansos yang dibagikan kemarin merupakan bentuk penjangkauan Pemprov Jatim. “Semoga pemberian bansos ini bermanfaat dan barokah untuk semua,” tutur Khofifah.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang kemarin mendampingi Khofifah berterima kasih atas perhatian Pemprov Jatim kepada warga Kota Kediri. Khususnya kelompok rentan dan para pejuang kesejahteraan sosial.

Baca Juga: Tancap Gas di Awal Tahun, Misi Dagang Gubernur Jatim Khofifah di Jateng Tembus Angka Rp 3,15 Triliun

Bantuan ini penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.  Sekaligus menjadi bentuk penguatan semangat, perhatian serta keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Tanam Tebu #BERIKAN BANSOS #kabupaten kediri #gubernur khofifah #kota kediri