Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Samuri, sang pemilik gudang. Pada saat itu sekitar pukul 22.30 WIB, dia yang tengah tertidur lelap tiba-tiba dikagetkan dengan suara ledakan dari arah gudang. Saat dia datang, api sudah membesar karena bangunan gudang sebagian besar terbuat dari kayu. Selain itu, gudang juga berisi barang mudah terbakar seperti kain dan perkakas pesta.
Melihat api yang cepat membesar, Samuri langsung menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri. Unit armada pemadam kebakaran pun langsung dikerahkan untuk menjinakkan api.
Baca Juga: Blower Mesin Error, Tungku Pabrik Arang di Kediri Terbakar
“Satu unit armada pemadam dari Pos Ngadiluwih dengan lima personel langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan lokalisasi api. Tujuannya agar tidak merembet ke pemukiman warga.
"Api diduga berasal dari korsleting listrik pada jalur penerangan, yang kemudian dengan cepat menjalar ke bagian atap gudang yang bermaterial kayu," terang Kaleb.
Kaleb mengungkapkan, proses pemadaman berlangsung selama hampir dua jam. Petugas baru berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 00.30 WIB sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga: Kelalaian saat Memasak, Dapur Warga Branggahan Ngadiluwih Kediri Ludes Terbakar
Akibat insiden tersebut, bangunan gudang berukuran 4 x 6 meter itu dilaporkan hangus hingga 90 persen. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Meski dampaknya besar, namun petugas berhasil menyelamatkan sejumlah aset. Di antaranya adalah perangkat sound system atau audio yang berada di dalam gudang. Sejumlah aset lain di sekitarnya senilai Rp 250 juta juga berhasil diselamatkan dari kobaran api.
"Alhamdulilah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini,” pungkasnya.
Editor : Mahfud