KEDIRI, JP Radar Kediri– Warga yang beraktivitas di sekitar Jembatan Semampir, Kecamatan Kota dihebohkan dengan adanya jenazah yang mengapung di aliran Sungai Brantas. Melihat hal tersebut warga langsung melaporkan melalui call center 112. Yang kemudian ditindaklanjuti oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Kediri dengan bekerja sama Basarnas Pos SAR Trenggalek.
“BPBD Kota Kediri menerima laporan melalui Call Center dari warga yang melihat sosok diduga jenazah terapung di aliran Sungai Brantas pukul 08.39. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Kediri segera berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Trenggalek,” ujar Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati korban sesuai dengan ciri-ciri orang yang dilaporkan hilang saat momentum pladu. Ya, dia adalah Mustofa, 45, warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung yang dilaporkan hanyut di Sungai Brantas.
Berdasarkan informasi dari Basarnas, korban atas nama Mustofa berangkat dari kediamannya pada Selasa (19/5) sekitar pukul 05.30 WIB dengan membawa karung untuk mencari ikan di aliran Sungai Brantas. Sekitar pukul 07.00 WIB, seorang saksi atas nama Sarjono melihat korban terpeleset dan jatuh ke dalam aliran Sungai Brantas lalu hanyut terbawa arus.
“Sejak saat itu, korban dinyatakan hilang dan dalam status pencarian hingga akhirnya ditemukan pada hari ini,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri. Kini, jenazah telah berhasil dievakuasi dan saat ini telah dibawa menuju RS Bhayangkara untuk proses penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Identitas Mayat Perempuan Bergaun Merah Akhirnya Terungkap
“Piket Polsek dan Pamapta Polres datang ke TKP (tempat kejadian perkara, Red) bersama dengan inafis Polres Kediri Kota untuk melakukan proses identifikasi dan olah TKP,” terang Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan pakaian yang masih melekat lengkap.
Editor : Andhika Attar Anindita