KEDIRI, JP Radar Kediri- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menyiagakan puluhan personel gabungan selama pelaksanaan pladu atau flushing, kemarin. Tercatat ada puluhan personel gabungan yang terjun untuk mengamankan pelaksanaan pladu.
“Total ada sekitar 25 sampai 30 personel. Kalau personel BPBD ada 10 orang yang siap siaga. Sisanya dari petugas gabungan,” ujar Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto.
Pihaknya juga mendirikan posko di area parkir Taman Brantas. Tak hanya itu, tim gabungan juga melakukan monitoring sungai menggunakan perahu karet. Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartika terjun langsung memantau kondisi. Endang turut didampingi Joko, Kepala Disbudparpora Bambang Priambodo, dan tim terkait.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Kediri Imbau Warga Tak Cari Ikan saat Pladu Sebab Bisa Membahayakan
Pihaknya membukan posko selama 24 jam. Termasuk menyediakan 2 perahu karet yang bisa digunakan oleh petugas untuk patroli ke arah utara maupun selatan. “Kami membuka posko di bantaran Sungai Brantas. Tepatnya di barat parkiran mobil taman Brantas. Nanti kami juga siapkan 2 perahu,” ucap Joko.
Untuk diketahui, pladu menyebabkan terjadinya peningkatan debit air Sungai Brantas. Itu karena dibukanya bendungan di Waduk Wlingi dan Waduk Lodoyo pada pukul 06.00 WIB. Yang diperkirakan sampai di wilayah kota 10 jam setelahnya. Yaitu pukul 16.00 WIB.
“Sebelumnya kami juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk berhati-hati. Termasuk menyurati beberapa kelurahan yang wilayahnya dilalui oleh air,” tuturnya. Joko juga sudah memberikan peringatan kepada petugas penyeberangan agar lebih hati-hati. Jika memang debit air tinggi dan mengancam keselamatan bisa berhenti dulu.
Tak hanya itu, pihaknya meminta agar masyarakat yang hendak mencari ikan saat pladu untuk memperhatikan keselamatannya. Pilih lokasi yang aman untuk mencari ikan. “Jangan sampai masuk ke sungai yang membahayakan diri sendiri. Tetap hati-hati,” pesan Endang.
Sementara itu, beberapa dari mereka juga tampak antusias menunggu di bantaran sungai. Mereka berharap bisa mendapatkan ikan lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Kami sudah menunggu sejak siang. Soalnya teman-teman dari Blitar mengabarkan jika sudah mendapatkan ikan banyak,” ujar Hartono, 45, warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Dia pun tak berangkat sendiri. Mengajak temannya yang kebetulan juga menunggu momentum pladu ini. “Kalau sudah dapat banyak nanti bisa langsung dijual. Menyisakan sedikit untuk dikonsumsi sendiri,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita