KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga sekitar Jembatan Jongbiru di sisi Kelurahan Mrican dibuat heboh siang (5/5) kemarin. Korban bernama Imam Sujono, 58, warga Kecamatan Gampengrejo tenggelam saat berupaya membersihkan lokasi untuk persiapan pladu.
Kala itu, Imam sedang temannya bernama Edi Wahono, 48, warga Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto. Saat bersih-bersih posisi keduanya masuk ke dalam aliran sungai. Diduga karena kelelahan, Imam tidak kuat menahan arus dan akhirnya terseret. Sedangkan Edi sudah berusaha menolong namun arus terlalu kuat sehingga korban tidak tergapai.
“Awalnya korban bersama satu orang rekannya sedang membersihkan area tepi sungai untuk persiapan kegiatan pladu (penggelontoran air bendungan, Red),” ujar Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto. Dia menyebut jika menerima laporan orang tenggelam sekitar pukul 10.20 WIB.
Baca Juga: Warga Desa Janti Wates Kediri Tenggelam Saat Pagi, Dini Hari Ditemukan Tewas
Mendapati informasi tersebut, BPBD Kota Kediri langsung menerjunkan sembilan personel untuk melakukan pencarian. Pencarian pun dilakukan dengan menyisir dari tempat kejadian perkara (TKP) hingga ke arah utara sejauh 2 kilometer.
Sejak pukul 10.55 hingga saat ini petugas sudah melakukan penyisiran sebanyak 2 kali. Namun hasilnya masih nihil, belum ada tanda-tanda korban ditemukan baik dalam kondisi tenggelam maupun selamat.
“Kami sudah mencoba menyisir hasilnya masih nihil. Nanti akan kami lakukan penyisiran hingga pukul 16.00,” ucap Joko.
Baca Juga: Ini Kondisi Anak Tenggelam di Kecamatan Banyakan Kediri!
Lebih lanjut dia menjelaskan, pencarian tidak hanya berhenti hari ini saja. Tim akan melibatkan Basarnas Trenggalek dan BPBD Kabupaten Kediri dalam proses pencarian korban tenggelam. Nantinya petugas juga akan mendirikan posko di Kelurahan Mrican.
“Di sini (bawah Jembatan Jongbiru, Red) akan ada petugas yang standby 24 jam,” tandasnya. Joko pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati jika beraktivitas di sekitar sungai. Mengingat arusnya tidak bisa diprediksi. Di luar terlihat tenang namun didalamnya pusaran airnya besar.
Editor : Andhika Attar Anindita