Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lima Korban Keracunan MBG di Kediri Mulai Pulih, Empat Keluar dari RS Rabu, Satu Korban Kamis

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 30 April 2026 | 21:48 WIB
Bupati Kediri Dhito dan Sekda Solikin saat sedang menjenguk korban keracunan makanan. (Foto Asad MS)
Bupati Kediri Dhito dan Sekda Solikin saat sedang menjenguk korban keracunan makanan. (Foto Asad MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Lima siswa Yayasan Atta’awun yang mengalami keracunan makanan yang diduga dari menu makan bergizi gratis (MBG) mulai pulih.

Empat anak di antaranya sudah diperbolehkan pulang pada Rabu (29/4) sore. Sedangkan satu lainnya pulang kemarin (30/4).

Direktur RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) dr Tony Widyanto SpOG (K) mengatakan, lima anak pulang secara bertahap.

Jika empat anak sudah pulang Rabu, satu pasien sempat tertahan lebih lama karena kadar leukosit di dalam tubuhnya masih tinggi.

“Kalau empat lainnya memang sudah membaik,” ungkap Tony.

Terkait satu siswa yang baru boleh pulang kemarin, menurut Tony hal tersebut karena kadar leukosit di tubuhnya masih tinggi. Sehingga, diperlukan perawatan lanjutan oleh dokter.

Baca Juga: Pasca Siswa di Ngasem Diduga Keracunan MBG, Bupati Kediri Dhito Tegas Awasi Dapur MBG: Akan Tutup Permanen SPPG Nakal yang Tidak Sesuai SOP

Namun, kondisinya sudah berangsur membaik. Nafsu makannya juga sudah mulai pulih.

 Karenanya, kemarin sore (30/4) dia juga diperbolehkan pulang. “Dokter sudah visit, boleh pulang hari ini (30/4),” jelas Tony kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin siang.

Terpisah, Pemkab Kediri masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikirimkan ke laboratorium di Surabaya.

Sampel yang dikirim adalah sisa makanan dari menu MBG SPPG Tugurejo yang diduga jadi penyebab keracunan pada Senin (27/4) lalu.

Menu yang diteliti adalah beberapa jenis makanan yang dikonsumsi anak-anak sebelum mereka mengalami keracunan.

“Masih belum keluar (hasil pemeriksaan laboratorium),” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib.

Seperti diberitakan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana langsung melakukan evaluasi ketat standar operasional prosedur (SOP) dalam kasus dugaan keracunan makanan program MBG di Desa Tugurejo, Ngasem.

Jika saat ini operasional SPPG Tugurejo dihentikan sementara, orang nomor satu di Pemkab Kediri itu tak segan-segan menutup permanen SPPG.

Terutama jika nantinya terbukti ada pelanggaran SOP yang mengakibatkan keracunan.

Baca Juga: Enam Siswa di Kediri Diduga Keracunan MBG: Rasa Ayam Suwirnya Agak Aneh, Dinkes Berhentikan Sementara Operasional SPPG Turugejo

Salah satu langkah yang bisa diambil pemkab adalah mengevaluasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang sudah diterbitkan untuk SPPG di Kabupaten Kediri.

Sedangkan untuk SPPG Tugurejo, hingga awal Mei ini belum mengantongi SLHS yang menjadi syarat operasional dapur MBG tersebut.

Untuk diketahui, selain lima anak yang diperbolehkan keluar dari RS pada Rabu dan Kamis lalu, total siswa dari Yayasan Atta’awun yang mengalami keracunan ada enam anak.

Satu anak lain langsung diperbolehkan pada Senin (27/4) lalu atau di hari yang sama mereka mengalami keracunan. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Mbg #rsud slg #SPPG #keracunan mbg