Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bocah SD Asal Wates Kediri Korban Ledakan Petasan Alami Luka Bakar hingga Harus Dioperasi, Begini Kondisinya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 27 April 2026 | 23:58 WIB
Tim Polres Kediri saat lakukan olah TKP ledakan mercon yang lukai siswa SD di Wates
Tim Polres Kediri saat lakukan olah TKP ledakan mercon yang lukai siswa SD di Wates

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Aksi nekat Ri, 12, merakit petasan di rumahnya Desa Tawang, Kecamatan Wates pada Sabtu (25/5) malam berujung petaka.

Siswa SD tersebut mengalami luka bakar di tangan karena petasan yang dirakit di teras rumahnya itu tiba-tiba saja meledak. 

Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto menyebut, timnya sudah melakukan pendalaman terkait ledakan petasan tersebut.

Berdasar pengakuan korban, dia membeli bahan-bahan petasan dari online shop di TikTok. “Awalnya peristiwa ini tidak diketahui karena keluarga korban menutupinya,” kata Agus.

Baca Juga: Lipsus Menyibak Maraknya Rumah Gadai, Dampai Ekonomi yang Kian Gontai? Kiriman Bermasalah, Laptop pun Harus ‘Sekolah’

Sabtu malam, tutur Agus, polisi sempat mendapat laporan tentang suara ledakan. Namun, saat dicek situasi terlihat normal. Tidak ada keramaian di sana.

Polisi baru memastikan kejadian setelah menelusuri informasi adanya korban yang dirawat di rumah sakit.

Informasi tersebut didapat saat anggotanya melakukan patroli balap liar.

“Dari sana didapat informasi jika korban dirawat di RSUD SLG (Simpang Lima Gumul),” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Dari hasil koordinasi dengan pihak rumah sakit, diketahui jika siswa SD tersebut mengalami luka bakar di tangan kirinya.

Pada Sabtu malam, Ri merakit petasan bersama dua temannya. Mereka mencampur bahan-bahan seperti potassium klorat (KCL), benzoat, sulfur, dan nitrat dibeli dari TikTok Shop.

Bahan-bahan tersebut juga dicampur dengan bubuk mesiu yang dalihnya ditemukan dari dekat rumpun bambu tak jauh dari rumah mereka.

"Selain yang beli dari TikTok Shop itu, mereka mengaku bubuk mesiu yang jadi campuran itu nemu di barongan dekat rumah,” tutur Agus.

Campuran tersebut diracik di kaleng plastik kecil. Untuk menguji coba petasan, Ri memasukkan campuran obat ke dalam beton tempat memasang bendera.

Baca Juga: Lispsus Menyibak Maraknya Rumah Gadai: Cermin Tekanan Finansial di Masyarakat Kediri 

Caranya dengan dibakar menggunakan lidi yang disulut api. Percobaan pertama berhasil. Petasan meledak.

Namun dia belum puas dan mengulangi untuk kedua kalinya. “Campuran (bahan kimia) itu kemudian dinyalakan, tapi percikan api justru masuk ke toples. Dan itu wadahnya nggak ditutup. Api merembet ke toples itu dan akhirnya meledak.” jelas Agus tentang kronologi ledakan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah di bagian jari-jari tangan kiri hingga ketiak.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan menyebut perkara ledakan petasan itu diambil alih oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Sebab, korban dan teman-temannya merupakan anak-anak. “Nanti kami sampaikan perkembangannya. Masih kita dalami,” terangnya.

Kasus yang menimpa Ri, lanjut Joshua, harus jadi pelajaran bagi masyarakat.

Dia kembali mengimbau agar masyarakat tidak bermain petasan. Termasuk orang tua yang harus mengawasi anak-anaknya.

“Jangan main atau coba-coba membuat petasan kalau tidak mau jadi korban,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RS SLG dr Tony Widyanto, SpOG (K) menyebut hingga kemarin korban masih dirawat di RSUD SLG.

Baca Juga: Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Papar Terbakar, Kondisi Tungku Masih Menyala

“Hari ini (27/4) operasi. Masih dalam perawatan intensif,” ungkapnya tanpa memerinci detail operasi terhadap Ri. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#tiktok shop #mercon #rsud slg #petasan