JP Radar Kediri - Kelalaian saat membakar jerami untuk mengusir nyamuk atau diang berujung petaka di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo. Sebuah kandang sapi milik Wijianto, warga RT 19 RW 04, Dusun Jongbiru, ludes dilahap si jago merah pada Selasa (21/4) siang. Meski tidak ada korban jiwa, pemilik rumah harus menelan kerugian jutaan rupiah.
Insiden bermula sekitar pukul 14.40 WIB. Saat itu, api yang berasal dari pembakaran *diang* di sekitar kandang diduga merembet ke tumpukan jerami kering. Embusan angin membuat api cepat membesar dan menjalar ke struktur bangunan kandang yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Baca Juga: Bakar Sampah Merembet, Gudang Rosok di Plosoklaten Kediri Hangus Terbakar
“Kami menerima laporan dari perangkat desa setempat dan segera menerjunkan personel dari Pos Grogol dibantu Pos Pare,” ujar Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Tim Damkar Kabupaten Kediri bergerak cepat. Armada dari Pos Grogol tiba di lokasi pada pukul 14.53 WIB, hanya selang 11 menit setelah laporan masuk. Untuk memastikan api tidak merembet ke bangunan utama atau pemukiman warga, dua unit truk pemadam kapasitas 5.000 liter dari Pemkab Kediri dikerahkan. Proses pemadaman juga mendapat bantuan satu unit armada dari Damkar Kota Kediri.
“Total ada 12 personel gabungan yang berjibaku di lapangan. Kami melakukan pemadaman dan pembasahan sesuai SOP untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” tambah Kaleb.
Baca Juga: Pabrik Triplek di Desa Tertek Pare Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta
Setelah berjuang selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dijinakkan pada pukul 15.49 WIB. Beruntung, gerak cepat petugas berhasil menyelamatkan aset yang ditaksir mencapai Rp 300 juta, termasuk ternak sapi di dalamnya.
Akibat kejadian ini, bangunan kandang mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp 8 juta. Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada saat menyalakan api di area sensitif, terutama di dekat bahan yang mudah terbakar seperti pakan ternak dan kayu kering.
Editor : Andhika Attar Anindita