Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 10 April 2026 | 20:41 WIB
Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji. (Wahyu Adji/JPRK)
Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji. (Wahyu Adji/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri - Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya (UB) menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS yang diserang air keras oleh 4 prajurit TNI dari kesatuan BAIS.

Hal itu diungkapkan oleh koordinator aksi Pramukya Nagata Pragiwaksana. Dia menyebut aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Andrie Yunus. 

“Untuk aksi hari ini dari mahasiswa UB tuntutannya adalah aksi solidaritas untuk aktivis, kawan kami Andrie Yunus,” ujar Pramukya saat ditemui di lokasi aksi.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, mahasiswa yang ikut dalam aksi solidaritas berjumlah 70 orang. Mereka datang di bundaran Sekartaji sekitar pukul 16.30. 

Baca Juga: Resmi! Komponen Gaji ke-13 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Aturan Terbarunya, ASN Wajib Paham

Sesampainya di lokasi, massa aksi mulai membentuk formasi lingkaran dan membentangkan banner yang bertuliskan ‘Bebaskan Tapol’. 

Tak hanya itu, mereka juga membawa poster yang bertuliskan ‘Menyiram air keras ke aktivis adalah cara pengecut melawan pemberani’, ‘Tolak revisi UU TNI’, dan lain-lain.

“Kami sangat menyayangkan ketika ada kawan kami yang aktivis mendapat kekerasan dan berujung cacat permanen. Kami memohon adanya keadilan seadil-adilnya,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Presiden BEM PSDKU UB Kediri. 

Meskipun aktivis dilindungi oleh  hak asasi manusia (HAM), dia menilai tidak memungkiri pelaku yang berasal dari anggota militer itu juga mendapat perlindungan dalam peradilan militer. 

“Ini yang membuat kami tidak terima. Ini tidak adil. Kasus ini bisa saja berarti pembungkaman terhadap aktivis. Yang membuat kami tidak bisa berpendapat secara bebas,” pungkasnya. 

Setelah melakukan orasi secara bergantian, aksi pun ditutup dengan menyanyikan Lagu Buruh Tani. Tepat pukul 17.40 peserta aksi membubarkan diri dengan kondusif. (la)

Editor : Andhika Attar Anindita
#mahasiswa #kediri #aktivis #Universitas Brawajiya