Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelang Lebaran 2026 Tim Gabungan Sidak Parsel di Kediri, Ini Hasilnya!

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 7 Maret 2026 | 19:59 WIB

  

Tim gabungan mencurigai salah satu kue Lebaran yang memiliki warna mencolok.
Tim gabungan mencurigai salah satu kue Lebaran yang memiliki warna mencolok.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Tim gabungan dari Pemerintah Kota Kediri, Polres Kediri Kota, serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri melakukan sidak parcel dan kue lebaran kemarin.

Dalam sidak yang menyasar dua supermarket itu, tim mencurigai beberapa kue dengan warna tajam atau terlalu mencolok.

Dimulai pukul 13.00, sidak menyasar Toko Laksana Jaya yang terletak di Jalan Brawijaya. Dari sana, tim lanjut ke Golden Swalayan di Jl Hayam Wuruk.

“Di sana (Toko Laksana Jaya, Red) kami tidak menemukan barang expired. Cuma ada koreksi dalam label parsel yang terlalu kecil yang membuat pembeli kesulitan membaca informasi terkait jenis barang dan expired-nya,” kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Rice Oryza Nusivera.

Baca Juga: Jelang Perayaan Idul Fitri Disperdagin Kota Kediri Sidak Parsel, Ini Temuannya!

Selanjutnya, tim bergeser ke Golden Swalayan. Di sana, tim membongkar parcel untuk melihat tanggal kedaluwarsa dan kemasan makanannya.

Memang tadi (5/3) ada beberapa jajanan yang warnanya sangat mencolok. Jadi untuk memastikan kami (tim, Red) beli untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut,” lanjut perempuan yang akrab disapa Riris itu.

Di lokasi yang sama, tim juga menemukan dua produk yang masa expired-nya terlalu pendek. Misalnya, ada makanan yang expired bulan Juni.

Padahal, idealnya makanan untuk parcel harus memiliki tenggang kedaluwarsa minimal lima bulan. Sehingga, parcel yang dijual pada Maret ini, masa kedaluwarsanya minimal pada Agustus nanti.

Mendapati hal itu, tim langsung meminta manajemen untuk menggantidua produk dengan masa kedaluwarsa yang mepet tersebut.

“Kami langsungmenyarankan manajemen Golden Swalayan untuk mengganti produk yang masa expired-nya pendek ke produk yang expired-nya minimal 5 bulan,” jelas Riris.

Baca Juga: Jelang Perayaan Nataru Disperdagin Kota Kediri Sidak Parsel, Wanti-Wanti Hal Ini

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, tim gabungan tak hanya memeriksaproduk barang. Melainkan mereka juga mengecek mesin pendingin.

Hasilnya, ada dua mesin pendingin yang suhunya dianggap kurang dingin dan dapatmerusak barang yang dipajang.

Sementara itu, menindaklanjuti kecurigaan terhadap kue lebaran yang warnanya mencolok, petugas BPOM berencana akan melakukan uji cepat.

“Jadi mungkin untuk pewarna akan kami lakukan uji cepat. Terkait kandungan warnayang dilarang,” ujar Tito Ferianto, pengawas Makanan BPOM Kediri.

Hasilnya menurut Tito akan keluar dalam waktu satu hari saja. Hari ini(6/3) sudah bisa disampaikan apakah kue tersebut aman atau terdapatkandungan pewarna yang berbahaya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Minuman Kedaluwarsa saat Sidak Parsel di Kota Kediri

Melihat warna yang sangat mencolok, Tito mencurigai ada kandungan Rhodamin B atau pewarna tekstil di kue tersebut. Namun, untuk kepastiannya, BPOM masih harus menunggu hasil uji laboratorium lebih dulu.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata siap menindaklanjuti temuan. Jika ditemukan kandunganberbahaya, akan dilakukan penarikan makanan.

Apabila setelah ditarik tetap ada beberapa pengusaha yang nekat mengedarkan maka akan dilakukan upaya hukum lebih lanjut. Kami akanmelakukan pemantauan secara rutin,” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#uji laboratorium #sidak parsel #lebaran 2026 #kue lebaran #kota kediri