Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Banjir dan Angin Kencang Kepung Lereng Kelud Kediri! Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Waspada

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 3 Maret 2026 | 21:13 WIB

 

TIDAK BISA LANCAR: Sejumlah petugas dan relawan membersihkansampah, potongan kayu, dan rumpun bambu yang tersangkut di jembatanSungai Sirinjing, Desa Tertek, Pare kemarin pagi.
TIDAK BISA LANCAR: Sejumlah petugas dan relawan membersihkansampah, potongan kayu, dan rumpun bambu yang tersangkut di jembatanSungai Sirinjing, Desa Tertek, Pare kemarin pagi.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kediri Raya pada Senin (2/3) sore lalu, membuat warga di lereng Gunung Kelud dikepung bencana.

Banjir, angin kencang, hingga tanah longsor melanda sembilan desa di lima kecamatan di Kabupaten Kediri.

Hujannya nggak lama, tapi deras dan disertai angin,” kata Dwi Wahyuni, 71, salah satu korban banjir di Desa Tertek, Pare.

Sebelum desanya dilanda banjir, hujan deras disertai angin kencang turun sejak pukul 15.30. Selang 30 menit kemudian, air bah yang berasal dari Sungai Harinjing masuk ke dalam rumah.

Lansia yang sedang berada di ruang tamu itu langsung ketakutan. Dia langsung berlari ke dalam kamar untuk berlindung.

“Saya ketakutan. Langsungnaik ke kasur. Tapi air juga masuk ke kamar,” kenangnya. Air setinggi lutut orang dewasa bercampur lumpur memenuhi rumahnya.

Baca Juga: Nekat Cabuli Disabilitas, Kakek Bejat Asal Pesantren Kota Kediri Dituntut 7 Tahun Penjara

Dwi yang tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya pun hanya bisa pasrahDia tidak berani keluar karena air bah bercampur lumpur memenuhi Sungai Harinjing di depan rumahnya.

Tak hanya air, material berupa potongan kayu dan rumpun bambu juga terbawa arus hingga tersangkut di jembatan penyeberangan. Banjir baru surut sekitar pukul 19.00,” terang Dwi.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan,pada Senin malam lalu total ada 20 kejadian bencana yang tersebar di lima kecamatan.

“Ada empat bencana angin kencang, tujuh banjir luapan, dan sembilan titik tanah longsor,” ungkap pria yang akrab disapa Djoko itu.

Meski ada puluhan bencana, dia bersyukur tidak ada korban jiwa dan luka dalam kejadian tersebutBencana banjir akibat luapan sungai tidak hanya terjadi di Desa Tertek, Pare. Melainkan juga terjadi di Desa Pelem, Pare.

Serta di Desa/Kecamatan Kepung; serta Desa Watugede dan Desa Satak, Puncu(selengkapnya lihat grafis).

“Di Desa/Kecamatan Kepung ada sembilan rumah warga tergenang. Ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Semua sudah surut,” lanjut Djoko.

Bencana banjir di Desa Tertek, Pare tidak hanya menggenangi rumah wargaMelainkan juga menggenangi Jl Raya Pare-Kandangan dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.

"Pembersihkan sisa lumpur dibantu damkar. Sementara material bambu diangkat Dinas PUPR menggunakan alat berat mulai hari ini," terang Djokotentang aktivitas pembersihan kemarin pagi.

Dari beberapa lokasi banjir, menurut Djoko yang terparah ada di Desa Pelem, Pare. Di sana ada 13 rumah warga yang tergenang.

Tujuh rumah di antaranya tergenang dengan ketinggian air sekitar 1 meter. Adapun enamlainnya 30 sentimeter.

Selain bencana banjir, bencana angin kencang terjadi di tiga desa di Kecamatan Pare, Plemahan, dan Kepung.

Pohon tumbang dan menutup jalan pun jadi pemandangan di Desa Darungan, Pare; Desa Bogo, Plemahan; dan Desa Krenceng, Kepung.

Baca Juga: Peringati Malam ke-15, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Siapkan Ratusan Porsi Lontong Cap Go Meh

Untuk Desa Krenceng, Kepung, ada empat rumah warga yang rusak karena gentingnya terbawa angin.

Sedangkan bencana tanah longsor yang paling parah terjadi di Desa Besowo, KepungDi sana ada lima titik lokasi longsor. Salah satunya, material longsor menutup akses jalan Desa Sidodadi menuju Desa Besowo.

Satu rumah warga turut  terdampak dan mengalami kerusakan berat,” jelas Djoko tentang kondisi rumah yang tertimpa material longsor dari tebing setinggi delapan meter itu.

Selebihnya, longsor di area perkebunan PT Mangli juga menutup akses jalan Desa Damarwulan menuju perumahan Mangli.

Longsor juga merobohkantembok pagar SDN Damarwulan 2 Kepung dan SDN Medowo 2 Kandang,” tandasnya.

Sesuai ramalan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca ekstrem masih akan melanda Kediri Raya dalam beberapa hari ke depan. Karenanya, Djoko meminta masyarakat untuk waspada.

Terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan daerah kawasan rawan longsor. "Tetap waspada. Terutama bagi warga lereng gunung dan pinggir sungai," pintanya

 Bencana di Kabupaten Kediri:

Bencana Angin Kencang

-Desa Darungan, Pare: Pohon tumbang menutup Jl Raya Kediri-Pare

-Desa Bogo, Plemahan: Dua titik pohon tumbang menutup Jl Raya Kediri-Jombang dan Jl Desa Bogo-Puhjajar

-Desa Krenceng, Kepung: Empat unit rumah rusak ringan setelah genting rumahtersapu angin

 

Bencana Banjir

-Desa/Kecamatan Kepung: Sembilan rumah warga tergenang dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter

-Desa Tertek, Pare: Air bah menggenangi rumah warga dan menggenangi JlRaya Pare-Kandangan dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter

-Desa Pelem, Pare: Air bah menggenangi 13 rumah warga, ketinggian air di tujuh rumah di antaranya mencapai 1 meter

-Desa Watugede, Puncu: Air bah menggenangi Jl Raya Pare-Wates dan satu rumah warga

-Desa Gedangsewu, Pare: Dua rumah warga tergenang dengan ketinggian 30 sentimeter

-Desa Satak, Puncu: Air bah menggenangi jalan penghubung Desa Satak-Manggis

 

Bencana Tanah Longsor

-Desa Besowo, Kepung: Ada lima titik longsor yang menutup empat akses jalandan membuat satu rumah warga rusak parah terkena material longsor dari tebingsetinggi 8 meter.

-Desa/Kecamatan Puncu: Material longsor menutup akses jalan Desa Damarwulan menuju ke Perumahan Mangli. Material longsor juga membuat tembok pagar SDN Dawarwulan 2 ambruk

-Desa Medowo, Kandangan: Material longsor membuat pagar tembok SDN Medowo 2 ambruk

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#BMKG #pemkab kediri #tanah longsor #angin kencang #kediri raya #BPBD Kabupaten Kediri #hujan deras #bencana alam #Lereng kelud #desa tertek #pohon tumbang