Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gudang Jajan di Desa Sambirobyong Hangus, Ruginya Rp 750 Juta

Diana Yunita Sari • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:35 WIB
Petugas memasang pita kuning di sekeliling gudang yang terbakar (Diana Yunita/JPRK)
Petugas memasang pita kuning di sekeliling gudang yang terbakar (Diana Yunita/JPRK)

JP Radar Kediri – Kebakaran hebat terjadi di Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayenkidul, Kamis dini hari (12/2). Menimpa gudang tempat menyimpan barang dagangan milik toko snack di desa tersebut. 

Api membakar habis bangunan gudang beserta seluruh isinya. Kerugian pun tidak sedikit. Ditaksir mencapai Rp 750 juta.

“Kondisi bangunan hangus sekitar 70 persen beserta barang-barang di dalamnya. Kerugian paling besar ada pada fisik bangunan dan isinya,” ungkap Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono kemarin.

Kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari. Api melalap bangunan gudang jajan yang berlokasi di Jalan Totok Kerot, tepatnya di samping Balai Desa Sambirobyong. 

Kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar ketika api sudah dalam kondisi membesar. Nyala api pun sudah merembet ke seluruh bagian gudang.

Sontak, peristiwa itu menghebohkan warga. Sang pemilik, Istamar, kemudian menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri pada pukul 03.35. 

Hanya saja, kedatangan lima armada damkar tak kuasa menghentikan amuk api. Petugas membutuhkan waktu hingga tiga jam agar bisa menjinakkan si jago merah.

 “Proses pemadaman hingga pembasahan dilakukan sampai pukul 06.30. Di dalam gudang banyak benda-benda yang mudah terbakar, seperti kardus dan plastik kemasan snack,” dalih Kaleb, terkait sulitnya memadamkan api dengan cepat.

Untuk menjinakkan kobaran api, petugas pemadam kebakaran sudah maksimal. Mereka mengerahkan semua kendaraan pemadam yang dimiliki. Yaitu 2 unit armada Damkar Pos Pare dengan 5 personel, satu unit armada Pos Grogol dengan 4 personel, serta 1 unit armada Pos Ngadiluwih dengan 5 personel. Selain itu damkar Kabupaten Kediri mendapat bantuan 2 unit armada Kota Kediri yang membawa 4 personel.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan pada pukul 06.30. Namun, warga masih tampak memadati sekitar lokasi untuk melihat langsung sisa-sisa kebakaran. Terutama mereka yang tinggal berdekatan dengan gudang tersebut.

“Dugaan sementara karena korsleting listrik. Untuk proses selanjutnya akan ditangani oleh pihak kepolisian,” ucap Kaleb mengenai penyebab kebakaran.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Hal itu dikarenakan Istamar dan keluarganya tinggal di rumah yang berada di seberang jalan, tepat di depan gudang yang terbakar.

Meski begitu, kebakaran ini sempat memicu kepanikan bagi warga yang tinggal di sekitar ruko. Sebab, lokasi gudang tersebut berdekatan dengan rumah-rumah warga di bagian belakangnya.

"Saya lagi siap-siap sahur dengar keributan. Pas saya lihat, api sudah besar, untungnya tidak merembet ke mana-mana, karena di belakang itu rumah semua," ungkap Siti, salah satu warga yang tinggal di belakang ruko.

Senada dengan Kaleb, Kapolsek Pagu AKP Kalis mengatakan bahwa dugaan penyebab kebakaran adalah kegagalan arus listrik. "Karena di dalam gudang memang tidak ada aktivitas lain, dugaan sementara karena korsleting listrik," jelasnya.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : rekian
#kebakaran gudang #kabupaten kediri #kediri #kebakaran kediri #kecamatan kayenkidul #kebakaran #kebakaran ruko #gudang