Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rahasia Langit: Ini Penjelasan Warna Aurora Bisa Berbeda-beda di Setiap Belahan Dunia

Internship Radar Kediri • Sabtu, 7 Februari 2026 | 03:00 WIB

Aurora Biru dan Hijau
Aurora Biru dan Hijau
JP RADAR KEDIRI – Ketika berbicara tentang aurora, kebanyakan orang langsung membayangkan cahaya hijau terang yang menari di langit kutub. Warna itulah yang paling sering muncul di foto maupun video. Padahal, aurora sebenarnya jauh lebih berwarna. Langit bisa berubah merah, ungu, biru, bahkan merah muda seperti sapuan kucing air raksasa. Fenomena ini sering membuat orang bertanya-tanya, mengapa aurora tidak hanya satu warna?

Warna-warna ini ada disebabkan oleh gas-gas di atmosfer bumi. Menurut NASA, warna-warna tersebut muncul ketika partikel dari luar angkasa menabrak gas-gas di atmosfer Bumi. Tumbukan ini memberi energi tambahan pada atom dan molekul gas, lalu energi tersebut dilepaskan kembali dalam bentuk cahaya.

Setiap warna yang dihasilkan tergantung pada jenis gas yang dikendalikan dan ketinggian gas tersebut di atmosfer.

  1. Warna Hijau

Ini adalah warna yang biasanya kita gambarkan ketika menyebut aurora. Pada ketinggian sekitar 100 hingga 200 kilometer, oksigen menghasilkan cahaya hijau, warna yang paling sering terlihat pada aurora. Di lapisan ini, oksigen cukup melimpah sehingga warna hijau menjadi dominan. Selain itu, mata manusia juga paling sensitif terhadap cahaya hijau, sehingga warna ini tampak paling terang dibandingkan warna lainnya

  1. Warna Merah

Pada jarak lebih dari 200 kilometer, oksigen dapat memancarkan warna merah. Warna merah ini tergolong langka dan biasanya muncul saat aktivitas Matahari sedang kuat. Ketika muncul, aurora merah memberi kesan dramatis karena langit tampak seperti membara

  1. Warna Biru

Saat partikel berenergi tinggi dari luar angkasa membakar atom nitrogen di atmosfer, energi yang menyerap nitrogen dilepaskan sebagai cahaya biru. Biasanya ini terjadi pada lapisan atmosfer yang lebih rendah, sekitar 100–200 kilometer di atas permukaan Bumi. Biru sering terlihat di bagian bawah atau tepi tirai aurora, memberi aksen kontras dengan hijau yang lebih dominan di tengah aurora

  1. Warna Merah Muda

Ketika nitrogen yang lebih rendah di atmosfer menerima energi tertentu, ia dapat memancarkan cahaya merah keunguan atau pink. Biasanya efek ini terlihat di tepi bawah aurora, sehingga memberi kesan gradasi warna dari hijau ke pink. Warna ini biasanya muncul pada ketinggian di bawah 100 kilometer

Ketika cahaya dari berbagai gas tersebut bercampur, aurora dapat tampak berwarna ungu, merah muda, atau bahkan putih, menciptakan gradasi warna yang terlihat seperti lukisan raksasa di langit malam. Fenomena aurora bukan sekadar pertunjukan cahaya yang memukau, tapi juga cermin interaksi kompleks antara Bumi dan luar angkasa. Langit yang berwarna-warni itu bukan hanya indah, tapi juga bukti nyata bagaimana alam semesta terus bergerak dan berinteraksi di atas kepala kita.

Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#rahasia #Aurora #atmosfer bumi #fenomena alam #warna aurora