Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Aurora vs Badai Matahari: Mana yang Sebenarnya Mengancam Jaringan Komunikasi Kita?

Internship Radar Kediri • Jumat, 6 Februari 2026 | 08:00 WIB

Magnetik Bumi
Magnetik Bumi

JP RADAR KEDIRI – Aurora selalu memukau dengan cahaya hijau, merah, biru, bahkan pink yang menari di langit malam. Banyak orang mengagumi keindahannya, tapi tidak sedikit yang salah kaprah mengira aurora lah yang mengganggu teknologi, seperti satelit, GPS, atau jaringan komunikasi. Padahal aurora hanyalah tanda visual dari aktivitas geomagnetik Bumi, bukan penyebab gangguan itu sendiri.

Aurora biasanya muncul akibat aktivitas geomagnetik yang masih tergolong normal. Namun, jika aktivitas geomagnetik tersebut sangat kuat, maka  dapat dikatakan terjadi badai magnetik yang dapat memengaruhi teknologi dan manusia di Bumi. Saat badai magnetik berlangsung, aurora pun terlihat lebih terang dan spektakuler daripada biasanya. Lalu apa itu aktivitas geomagnetik?

 Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin Datang Lagi, Indonesia Hanya Jadi Penonton Jauh

Dilansir dari NOAA, aktivitas geomagnetik adalah perubahan atau gangguan alami pada medan magnet Bumi yang terjadi ketika partikel bermuatan dan angin matahari berinteraksi dengan medan magnet di sekitar planet kita. Perubahan ini bisa ringan atau lebih kuat tergantung kondisi angin Matahari dan fenomena Matahari lain.

Apabila terjadi aktivitas geomagnetik yang kuat atau badai magnetik, maka bumi akan berdampak pada bumi. Medan magnet yang biasanya stabil akan berubah dengan cepat. Perubahan ini dapat menyebabkan gangguan pada satelit, GPS, dan jaringan listrik.

Satelit bisa mengalami kerusakan pada instrumen elektronik, peningkatan drag atmosfer, atau harus dipindahkan ke mode aman sementara. Sedangkan, GPS dan navigasi bisa terganggu karena perubahan kepadatan ionosfer (lapisan atmosfer yang bermuatan listrik), sehingga sinyal menjadi tidak akurat. Selain itu, komunikasi radio dan internet dapat terganggu, terutama pada frekuensi tinggi yang dipantulkan oleh ionosfer. Dalam kasus ekstrem, jaringan telekomunikasi bahkan bisa mengalami blackout sementara.

Baca Juga: Siapa Sangka Fenomena ini Bisa Dilihat dari Luar Angkasa, Begini Fakta Unik tentang Aurora

Dengan kata lain, aurora hanyalah “lampu pertunjukan” yang menunjukkan bahwa aktivitas geomagnetik sedang terjadi di atas kepala kita. Cahaya yang menari di langit malam hanyalah indikator, sementara dampak nyata bagi teknologi berasal dari medan magnet yang terganggu dan partikel berenergi tinggi dari Matahari.

Para ilmuwan menggunakan berbagai peralatan, seperti magnetometer, radar jaringan, dan all-sky imager, untuk memantau aktivitas geomagnetik dan aurora secara real-time. Data ini penting untuk memberi peringatan kepada operator satelit dan pengelola jaringan agar dapat mengambil langkah pencegahan.

 

Dengan memahami aktivitas geomagnetik dan potensi dampaknya, manusia bisa lebih siap menghadapi gangguan teknologi sekaligus tetap menikmati keajaiban langit malam. Jadi, setiap cahaya aurora bukan hanya pertunjukan indah, tapi juga penanda bahwa Bumi dan Matahari terus berinteraksi dengan cara yang menakjubkan dan penuh energi.

Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#geomagnet #Aurora #gangguan teknologi #satelit #Geomagnetik #Medan Magnet Bumi