Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tragedi Bus Harapan Jaya 'Ngeblong': 11 Orang Jadi Korban, Polisi Usut Tuntas Kronologi dan Amankan Pengemudi

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 25 Januari 2026 | 07:27 WIB

RINGSEK: Warga beramai-ramai memindahkan mobil Xenia yang menjadi korban laka Bus Harapan Jaya di Perempatan Muning, Kota Kediri.
RINGSEK: Warga beramai-ramai memindahkan mobil Xenia yang menjadi korban laka Bus Harapan Jaya di Perempatan Muning, Kota Kediri.
KEDIRI, JP Radar Kediri-Suara benturan keras di Jl Semeru pada pukul 16.39, Jumat (23/1) lalu, membuat puluhan warga yang tinggal di dekat perempatan Muning itu berhamburan keluar rumah. Teriakan warga yang terkejut melihat Bus Harapan Jaya melaju tak terkendali dan memicu tabrakan, terdengar bersahutan hingga makin memicu kepanikan. Apalagi saat bus menghantam rumah di pojok persimpangan dan menimbulkan suara yang sangat keras.

“Semua berlarian. Kaget. Ada yang langsung menolong orang yang tergeletak di jalan setelah tertabrak kendaraan. Panik semua,” ungkap Dita, 24, yang saat kejadian berada di simpang empat Muning dari arah timur itu.

Warga langsung mengerumuni bus yang memicu kecelakaan. Awak bus, baik sopir dan kernet nyaris menjadi korban amuk massa yang marah. Beruntung keduanya selamat setelah diamankan oleh petugas satuan lalu lintas (satlantas) yang datang ke lokasi.

Total ada 11 orang yang mengalami luka-luka. Mereka adalah pengendara mobil dan sepeda motor yang ditabrak oleh bus bernopol AG 7662 UT tersebut pada Kamis sore. Sebanyak 10 korban dirawat di RS Ratih Jl Penanggungan, Kota Kediri. Adapun satu lainnya dirawat di RS Bhayangkara.

“Tiba-tiba ada ibu membawa seorang bayi sambil berteriak histeris. Katanya laka (kecelakaan),” kenang Ghurid Indra Krisna Mukti, perawat instalasi gawat darurat (IGD) RS Ratih, tentang penanganan pasien korban kecelakaan yang dilakukannya Jumat sore.

Saat diperiksa, M. Zaini, bayi berusia sembilan bulan yang dirawatnya itu menderita luka di bagian kepala. Ada pecahan kaca akibat benturan yang menempel di sana. “Lukanya harus dijahit 2-3 jahitan,” lanjutnya tentang penanganan terhadap putra pasangan Akbar dan Nia, pemilik mobil Toyota Avanza yang ditabrak Bus Harapan Jaya tersebut.

Nia dan suami yang sedang berhenti di lampu merah perempatan Muning tidak mengetahui pasti detail kejadian yang menimpa mereka. Tiba-tiba saja mobil bernopol AG 1925 BR itu ditabrak bus dari arah belakang hingga bayinya terlempar dan terkena pecahan kaca di kepala.

Selain sang bayi, Akbar juga menderita luka di kepala hingga harus dijahit tiga jahitan. Tak hanya dua pasien itu, beberapa menit kemudian RS Ratih kedatangan sembilan pasien lainnya. Termasuk di antaranya Naura, 13, yang diantar oleh ibu dan saudaranya dengan mengendarai sepeda motor.

Kaki kanan bocah itu mengalami luka robek cukup parah. “Kayak robek karena nyantol atau keseret,” tutur Ghurid sembari menyebut timnya juga menangani beberapa korban lain yang mayoritas mengalami luka lecet dan robek di tangan, kaki, dan pinggang.

Mayoritas korban yang berasal dari Kediri Raya itu mendapat 2-3 jahitan untuk menutup lukanya. Hingga kemarin sore (24/1), sepuluh korban yang dirawat di RS Ratih sudah dipulangkan. “Korban menjalani rawat jalan,” jelasnya.

Terpisah, Humas RS Bhayangkara Wety Lusiana membenarkan tentang keberadaan satu pasien yang dirawat di RS Milik Polri itu. “Semalam ada sopir bus dibawa ke IGD rawat jalan, Pipi kirinya terkena serpihan kaca,” kata Wety.

Untuk diketahui, kecelakaan beruntun di simpang empat Muning dipicu aksi ngeblong Bus Harapan Jaya yang dikemudikan oleh Tri Hartanto, 34, asal Desa Ngantru Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Berdasar rekaman closed circuit television (CCTV) yang beredar luas, bus yang baru keluar dari Terminal Tamanan itu terlihat melaju kencang dari arah barat.

Bus yang seharusnya berjalan di lajur kiri itu terlihat berjalan di lajur kanan dengan kencang alias ngeblong. Nahas, dari arah selatan ada truk yang berbelok kea rah barat dan masuk ke lajur kanan.

Saat itu, bus yang dalam kondisi tidak terkendali masuk ke jalur kiri dan menabrak mobil Toyota Avanza yang berhenti di sana. Mobil yang terdorong dari belakang itu lantas menabrak sepeda motor Honda Scoopy di depannya.

Tak berhenti di situ, laju bus yang belum juga terkendali langsung menabrak motor Honda Vario yang ada di depan mobil Xenia hingga ringsek. Bus baru berhenti setelah menabrak rumah di pojok timur simpang empat Muning.

Sementara itu, hingga kemarin Satlantas Polres Kediri masih menyelidiki kasus kecelakaan akibat kelalaian Bus Harapan Jaya tersebut. Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan menyebut Tri Hartanto, sopir bus, masih ditahan di satlantas.

“Termasuk kernet juga masih di Unit Gakkum sampai selesai pemeriksaan,” kata Yudho tentang nasib Mei Wahyudiono, 44, pria asal Dusun/Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek itu.

Selain memeriksa dua orang yang dianggap paling bertanggung jawab dari kecelakaan beruntun Jumat sore lalu, menurut Yudho  polisi juga sudah memeriksa enam saksi. Mereka adalah warga yang saat kejadian ada di sekitar lokasi.

Ditanya tentang aksi bus yang ngeblong hingga memicu kecelakaan beruntun, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini menyebut sesuai kronologi awal bus memang ngeblong di lampu merah. “Akhirnya mengenai kendaraan roda dua dan roda empat,” papar Yudho saat ditemui di lokasi kejadian kemarin.

Apakah aksi ngeblong itu disengaja atau karena faktor teknis, menurut Yudho masih didalami. “Yang jelas dari keterangan saksi-saksi kendaraan bus menerobos lampu merah,” tandasnya tentang kecelakaan yang melibatkan enam unit kendaraan itu. Yakni, mobil Toyota Avanza warna silver, Yamaha Mio warna putih, Yamaha NMAX warna hitam. Ada pula Honda Scoopy warna abu-abu, Honda Vario warna hitam, dan Honda Vario warna merah.

“Untuk korban luka sepuluh di rumah sakit dan sudah dibawa pulang semua. Kembali ke rumah masing-masing. Satunya masih di kantor gakkum, ini driver bus,” tandas Yudho.

Dikatakan Yudho, para korban yang mengalami luka-luka semuanya menjalani rawat jalan. Hanya saja dokter sudah berpesan jika saat di rumah mereka merasakan keluhan yang mengarah ke gegar otak, diminta untuk periksa ke rumah sakit yang lebih besar untuk di-rontgen.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : rekian
#kecelakaan beruntun #bus Harapan Jaya #satlantas polres kediri kota #kecelakaan #kota kediri