KEDIRI, JP Radar Kediri– Warga Desa Tawang, Wates dibuat gempar Rabu pagi (7/1).
Hal itu lantaran penemuan mayat lansia yang telah membusuk diduga selama dua hari itu.
Usai ditelusuri, identitas kakek malang itu adalah Tukiman, 87, warga Desa Pandantoyo, Ngancar.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB oleh Alam Bahari. Kala itu, Alam tengah membersihkan sawah miliknya.
Tak berselang lama, dia melihat sesosok tubuh dalam posisi terlentang di aliran sungai irigasi tak jauh dari lahannya.
Mengetahui hal tersebut, saksi segera melapor ke kantor Desa Tawang.
Mereka kemudian menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke Polsek Wates untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” jelas Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto.
Petugas kepolisian tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari identitas yang ditemukan, Tukiman dilaporkan tidak pulang ke rumah. Keluarga korban segera dihubungi untuk memastikan identitas mayat itu.
Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Wates menguatkan dugaan tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari dua hari,” ungkap Agus.
Tukiman diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (3/1) sekitar pukul 08.00 WIB.
Keluarga sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya korban ditemukan di lokasi kejadian.
“Korban memang sering keluar rumah dan tidak kembali. Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat pikun atau demensia,” tandasnya.
Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu celana pendek berwarna biru yang dikenakan korban.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut. (sad/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita