Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada Cuaca Ekstrem selama Nataru 

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 1 Januari 2026 | 06:48 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri memperkirakan adanya potensi hujan di wilayah Kediri Raya dalam beberapa hari ke depan.

Intensitas hujan pada periode 22 hingga 25 Desember diperkirakan belum tergolong lebat. 

Kondisi tersebut berubah setelah 25 Desember hingga akhir tahun.

Diprediksi terjadi peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Masyarakat diminta waspada saat menjalani libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Kridha Nugraha menjelaskan, pada rentang 22–25 Desember hujan tetap berpeluang turun. Namun cenderung tidak ekstrem. 

“Untuk tanggal 22 sampai 25 ini masih ada potensi hujan, tidak sampai lebat sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca beberapa hari sebelumnya yang sempat terasa lebih kering dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis 93S.

Siklon tersebut menyebabkan massa udara basah tertarik menjauh dari wilayah Jawa Timur. 

Seiring pergerakan siklon yang semakin menjauhi wilayah Indonesia, pengaruh tarikan massa udara basah pun mulai berkurang. 

“Sekarang kondisinya sudah kembali normal, ya normalnya musim hujan,” jelas Satria.

Perubahan signifikan diperkirakan terjadi setelah 25 Desember.

BMKG mencatat adanya potensi kemunculan fenomena gelombang Rossby yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif.

Awan konvektif ini berpotensi berkembang menjadi awan kumulonimbus yang kerap memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. 

“Setelah 25 Desember sampai akhir tahun ada potensi curah hujan yang cenderung meningkat lagi,” katanya.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Meski hujan lebat tidak diperkirakan terjadi setiap hari, potensi cuaca ekstrem tetap ada di wilayah Kediri Raya. 

“Wilayah titiknya belum bisa kami pastikan, yang jelas di Kediri Raya ada potensi,” tambahnya.

BMKG juga mengingatkan dampak dua fenomena global yakni La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD).

Keduanya berkontribusi meningkatkan curah hujan di Indonesia sekitar 20 hingga 40 persen.

Kondisi ini telah memicu banjir di sejumlah daerah baik di Sumatera maupun Jawa.

Masyarakat sudah merencanakan bepergian selama masa liburan, terutama ke wilayah pegunungan atau daerah dekat aliran sungai deras, diminta mempertimbangkan kondisi cuaca. 

“Kalau sudah mulai hujan, sebaiknya segera meninggalkan lokasi,” imbaunya. Selain itu, pengguna jalan tol juga diingatkan untuk mewaspadai risiko aquaplaning saat hujan lebat dan mematuhi batas kecepatan demi keselamatan bersama. (sad/rq)

 

Editor : rekian
#hujan lebat #cuaca #nataru