Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Kondisi Terbaru Tiga Kelas di SMAN 3 Kediri usai Tertimpa Pohon Ambruk

Ayu Ismawati • Sabtu, 27 Desember 2025 | 06:01 WIB

BENCANA HIDROMETROLOGI: Budi, petugas keamanan SMAN 3 Kediri menunjukkan kondisi pohon beringin yang ambruk dan menimpa tiga ruang kelas XI di sana.
BENCANA HIDROMETROLOGI: Budi, petugas keamanan SMAN 3 Kediri menunjukkan kondisi pohon beringin yang ambruk dan menimpa tiga ruang kelas XI di sana.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sejumlah siswa di SMAN 3 Kediri harus bersiap mengungsi di semester genap nanti.

Pasalnya, tiga ruang kelas mereka rusak setelah tertimpa pohon beringin raksasa yang ambruk pada Rabu (24/12) lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, meski pohon beringin ambruk pada Rabu siang, hingga kemarin pohon berdiameter sekitar satu meter itu masih belum dipotong. Batang dan dahannya masih menimpa tiga kelas XI di sana.  

Budi, petugas keamanan SMAN 3 Kediri mengatakan, bencana pohon tumbang terjadi pada pukul 13.35 Rabu siang (24/12) sekitar pukul 13.35.

Pohon yang berusia belasan tahun itu ambruk setelah diguyur hujan disertai angin kencang. 

Pohon di tengah halaman sekolah itu ambruk ke arah timur. Selain menimpa tiga ruang kelas, batang dan dahan juga menimpa satu kamar mandi serta sebagian gedung perpustakaan. Akibatnya, atap tiga ruang kelas dan kamar mandi rusak.

 “Sebenarnya waktu kejadian itu hujannya nggak begitu deras. Tapi anginnya kenceng sekali. Jadi mobat-mabit,” kenangnya ditemui kemarin 926/12). 

Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas siswa maupun guru di lokasi. Sehingga tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Hanya saja, hingga kemarin pihak sekolah belum berani mengecek bagian dalam ruang kelas karena batang pohon dan ranting yang dipotong dan dibersihkan. 

“Beberapa rantingnya sudah dipotong sama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri, Red), tapi lainnya mungkin baru Senin tindaklanjutnya,” papar Budi.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan insiden tersebut.

Namun karena keterbatasan alat berat, evakuasi atau penanganan pohon lebih lanjut diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri.

Baca Juga: Angin Kencang Sapu Kota Kediri, Pohon Jati Ambruk di Tengah Jalan Kelurahan Gayam Mojoroto

“Ditindaklanjuti DLHKP karena kami tidak ada alatnya (alat berat untuk pemotongan pohon, Red),” ungkapnya.

Lebih jauh Joko menuturkan, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Kota Kediri hingga akhir tahun. Hal tersebut sesuai dengan prakiraan cuaca dari  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Joko pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana. Terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

“Saat terjadi angin kencang, hindari berlindung di bawah pohon besar, papan reklame atau baliho, tiang listrik, atau jembatan penyeberangan. Karena benda-benda ini paling berisiko roboh,” papar Joko.

Terpisah, Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, hingga kemarin pihaknya memang belum melakukan evakuasi pohon beringin yang ambruk. DLHKP, jelas Indun, masih akan berkoordinasi terkait penanganan insiden tersebut. 

“Kami sudah monitor, tetapi masih belum ada koordinasi lebih lanjut. Jadi kami menunggu koordinasi dari pihak sekolah ke DLHKP,” tandas Indun. (ais/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#cuaca ekstrem #Bencana hidrometeorologi #pohon tumbang