Informasi yang dihimpun, api pertama kali diketahui sekitar pukul 04.15. Saat itu, pemilik sedang berada di Mushola Babussalam yang berjarak sekitar 15 meter dari rumahnya untuk mengumandangkan adzan subuh. Usai adzan, dia mendengar suara benda terbakar dari arah rumah dan segera keluar mushola untuk memastikan situasi.
“Dari kejauhan terlihat percikan api muncul di bagian genteng depan bangunan,” jelas Kapolsek Pare AKP Rudi Darmawan.
Melihat kobaran semakin besar, Imam bergegas pulang dan mengevakuasi seluruh keluarganya. Mereka keluar melalui pintu samping sebelum menunggu di mushola agar aman dari bahaya.
Api terus menjalar ke bagian dalam rumah dan membakar seluruh ruangan, termasuk empat sepeda motor, dua lemari es, lemari berisi pakaian, dokumen penting, serta peralatan depo air.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menambahkan, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare tiba pukul 04.27 WIB setelah menerima laporan. Dua unit mobil pemadam dikerahkan.
“Kami mengerahkan dari Pos Pare,” jelas Kaleb.
Akhirnya api dapat dikendalikan sekitar pukul 06.30 WIB. Dari hasi pemeriksaan dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari instalasi pada bagian depo air yang sudah berusia sekitar sepuluh tahun.
“Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini,” jelasnya. Namun sejumlah barang berharga seperti kartu keluarga, dua sertifikat tanah, BPKB motor, ijazah, hingga empat ponsel dan sepeda motor ludes terbakar.
“Nilai aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp 500 juta,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian