KEDIRI, JP Radar Kediri- Petani cabai mengeluhkan produktivitas yang mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan musim penghujan yang membuat cabai mengalami busuk di pohon.
Akibatnya, hasil panenan menjadi tidak bisa maksimal. Kondisi ini seperti yang dikeluhkan oleh Slamet, 54, petani asal Desa Paron, Kecamatan Ngasem.
Dia menyebut, curah hujan tinggi membawa penyakit pada tanaman cabainya. “Jadi terkena penyakit,” ujarnya terkait penyakit yang membuat cabainya busuk di pohon.
Selain busuk di pohon, cabai juga jadi kerap diserang oleh lalat buah. Akibatnya, panenannya bisa turun.
Jika cuaca normal, biasanya dia bisa menghasilkan panenan hingga 1,5 kuintal dalam satu kali petik. Namun kini dalam sekali petik paling bagus hanya dapat 80 kilogram (kg).
“Itu kalau beruntung. Kalau pas gak bagus ya di bawah itu,” jelasnya sembari menyebut bahwa kerugian mencapai 15-20 persen.
Dia menambahkan, beberapa hari terakhir harga cabai rawit juga sedang murah. Hanya sekitar Rp 18 ribu.
Hal itu dikarenakan beberapa daerah sedang panen raya. Praktis membuat stok cabai sedang melimpah. “Harga ini prihatin, karena belum cukup untuk biaya operasional,” jelasnya.
Harga yang rendah dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri Suyono.
Menurutnya, cabai rawit merah sedang turun harga. “Karena pasokan sedang tinggi,” terang Suyono.
Sementara itu, untuk harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masih stabil. Dia menambahkan bahwa saat ini petani cabai juga sedang dilanda penyakit.
Tak lain karena lalat buah. “Kondisi banyak busuk karena serangan lalat buah. Karena cuaca ekstrem,” terangnya.
Editor : Andhika Attar Anindita