KEDIRI, JP Radar Kediri-Bencana banjir yang melanda Desa Manyaran, Banyakan pada Minggu (16/11) malam membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri bersiap.
Selain personel, mereka juga menyiapkan anggaran kedaruratan senilai Rp 1,2 miliar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, anggaran miliaran rupiah itu digunakan untuk penaganan darurat bencana.
Di antaranya, pemberian logistik pada korban terdampak. Mulai perlengkapan sehari-hari seperti terpal, selimut, kompor dan sejenisnya.
Ada pula pengadaan material darurat seperti, bronjong, sesek, dan lainnya.
“Termasuk gaji tenaga kontrak (tim tanggap darurat),” ungkap Djoko.
Meski jumlahnya tidak besar, menurut Djoko anggaran itu cukup untuk mengatasi bencana dalam satu tahun.
Bagaimana jika kurang? menurutnya pemkab tetap bisa menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
Djoko bersyukur, hingga November ini pihaknya belum pernah menggunakan anggaran BTT untuk penanganan kedaruratan bencana.
BTT, lanjutnya, biasa digunakan untuk perbaikan rumah dengan kerusakan sedang atau berat. Kemudian, perbaikan sarpras yang rusak akibat bencana dengan kerusakan yang besar.
“Itu mekanismenya (penggunaan BTT untuk penanganan bencana) BPBD lakukan asesmen, baru diajukan ke perkim atau PUPR yang eksekusi,” paparnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Irwan Candra Wahyu Purnama melalui Kabid Perkim Ainur Rozi mengatakan, anggaran dampak bencana untuk rumah rusak ringan yang sebelumnya dipegang penuh oleh perkim, separo di antaranya digeser ke BPBD.
Peralihan dilakukan di perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini.
Setelah pergeseran anggaran, perbaikan rumah terdampak bencana bisa segera dilakukan. “Agar (perbaikan rumah) bisa segera dieksekusi oleh BPBD,” jelasnya.
Rozi menyebut, sebelumnya, anggaran di DPKP untuk dampak bencana yang mengakibatkan kerusakan ringan sekitar Rp 200 juta.
Setelah digeser tinggal Rp 101 juta. “Kalau rehab yang rusak parah pakai BTT di BKAD. Kami mengajukan perbaikannya berapa butuhnya kami mengajukan ke BKAD,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian