Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Protes Jalan Berlubang, Warga Segaran Wates Kediri Tanam Pohon Pisang

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 19 November 2025 | 00:32 WIB

 

HATI-HATI: Pengendara melintas di jalan Wates-Ngadiluwih masuk Desa Segaran yang ditanami dengan pohon pisang. Warga menanami pohon pisang tersebut sebagai wujud protes.
HATI-HATI: Pengendara melintas di jalan Wates-Ngadiluwih masuk Desa Segaran yang ditanami dengan pohon pisang. Warga menanami pohon pisang tersebut sebagai wujud protes.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Desa Segaran, Kecamatan Wates agaknya telah kehilangan kesabaran.

Pasalnya, jalan berlubang di jalur Wates-Ngadiluwih tak kunjung diperbaiki. Sebagai bentuk protes, warga akhirnya menanami lubang di jalan tersebut dengan pohon pisang.

Informasi yang dihimpun, di sepanjang jalur tersebut sedikitnya ada 50 lubang. Ukurannya beragam. Mulai kecil hingga besar.

Beberapa ditambal oleh warga dengan semen. Namun ada yang masih terlihat berlubang menganga. Seperti yang ada di wilayah Desa Segaran.

Tak hanya wujud kekesalan. Penanaman pohon pisang itu juga sebagai penanda jalan rusak. “Karena bahaya, dan sudah lama tidak segera diperbaiki,” jelas Sam, salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya.

Lubang itu sudah beberapa kali menyebabkan pengguna lalu lintas mengalami kecelakaan. Karena lubang yang ukurannya besar dan dalam. Selain itu, lubang juga tidak terlihat. Akhirnya, warga pun menanaminya dengan pohon pisang.

“Kalau ditambal pakai semen, nanti malah nggak dibenahin pemerintah. Hanya difoto saja. Seperti pengalaman sebelum-sebelumnya,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, di jalur itu, kendaraan berlalu lalang dengan kencang. Namun, karena ada pohon pisang, pengguna jalan jadi mengurangi kecepatannya.

Kepala Desa Segaran Dwijo mengatakan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali melaporkannya ke Pemkab Kediri.

Bahkan juga sudah diusulkan dalam Musrengbang Kecamatan Wates. “Kemarin koordinasi katanya dana perbaikan juga sudah nipis dan dijanjikan awal tahun,” jelasnya.

Untuk menunggu itu, akan dilakukan penambalan sementara menggunakan semen. Menurutnya, selama ini juga sudah sering ditambal dengan campuran pasir dan semen.

Namun tetap rusak lagi. Karena perbaikan bukan menggunakan material aspal. “Kalau untuk jalan itu gak boleh dana desa, mungkin ya partisipasi warga perbaikan sementara,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Tim Teknis Bina Marga Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Malik Abdul Aziz mengaku akan segera melakukan perbaikan. “Segera kami jadwalkan penanganan,” tandasnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#jalan berlubang #wates kediri #protes #pohon pisang